Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat konsumsi bahan bakar minyak campuran bioetanol 5 persen atau E5 di SPBU Pertamina mencapai 7.572 kiloliter hingga Maret 2026.
Data Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menunjukkan volume bioetanol yang dimanfaatkan mencapai 379 kiloliter pada periode Januari–Maret 2026.
>>> Turki vs Australia: Laga Pembuka Grup D Piala Dunia 2026 di Vancouver
Saat ini, 179 SPBU PT Pertamina Patra Niaga telah menyediakan Pertamax Green 95. Pasokan bioetanol dipenuhi oleh PT Energi Agro Nusantara.
Perkembangan Penjualan E5
Penjualan Pertamax Green 95 terus meningkat sejak diluncurkan pada 2023. Saat itu baru tersedia di 17 SPBU dengan volume 812,3 kiloliter dan memanfaatkan 80 kiloliter bioetanol.
Pada 2024, distribusi meluas ke 107 SPBU dengan penjualan 7.488 kiloliter dan pemanfaatan bioetanol 357 kiloliter.
Tahun 2025, jumlah SPBU bertambah menjadi 177 dengan penjualan 16.234 kiloliter dan serapan bioetanol 812 kiloliter.
>>> Hajime Moriyasu Tunjuk Ko Itakura Jadi Kapten Timnas Jepang
Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi memastikan kewajiban pencampuran bioetanol 5 persen pada bensin akan berlaku penuh mulai 1 Juli 2026.
"Semua tergantung sumber daya lokal. Bioetanol dari lokal sesuai peraturan menteri nomor 4 tahun 2025.
Semua badan usaha wajib, tetapi bersumber daya lokal," ujar Eniya di Kompleks DPR, Kamis (4/6/2026).
>>> Logitech Rilis Spotlight 2 Advanced Presenter di Indonesia, Bantu Redakan Demam Panggung
Implementasi mandatori E5 dilakukan bertahap, dimulai dari Pulau Jawa dan menyasar sektor non-public service obligation secara terbatas.
"Semester II-2026, seluruh badan usaha BBM wajib melakukan pencampuran sesuai peraturan menteri nomor 4 tahun 2025," tegas Eniya.
Infrastruktur Pertamina akan dioptimalkan pada tahap awal, setelah uji coba komersial melalui Pertamax Green 95 di jaringan Pertamina Patra Niaga.
Eniya menambahkan, saat ini ada tiga perusahaan pengolahan dalam negeri yang siap menyuplai bioetanol fuelgrade dari total enam pabrik di Indonesia.
>>> Knicks Invasi Markas Spurs pada Gim Kelima Final NBA 2026
Ketiga produsen tersebut adalah PT Indonesia Ethanol Industry di Lampung (kapasitas 20.000 kiloliter), PT Energi Agro Nusantara di Jawa Timur (30.000 kiloliter), dan PT Molindo Raya Industrial di Jawa Timur (10.000 kiloliter).