Pemerintah Amerika Serikat secara mendadak memerintahkan penghentian akses terhadap dua model kecerdasan buatan (AI) terbaru milik Anthropic, yaitu Fable 5 dan Mythos 5, pada Kamis (12/6/2026).
Langkah ini dilakukan melalui penerbitan arahan pengendalian ekspor dengan alasan menjaga keamanan nasional.
>>> BRI Dorong Kerajinan Serat Alam Mlatiwangi Tembus Pasar Global
Kebijakan tersebut mewajibkan Anthropic menangguhkan akses kedua model AI mutakhir itu bagi warga negara asing di dalam maupun luar Amerika Serikat.
Demi mematuhi hukum, Anthropic memutuskan untuk menonaktifkan akses Fable 5 dan Mythos 5 bagi seluruh pelanggan secara global.
Kekhawatiran Keamanan dan Respons Anthropic
Intervensi ini diduga berakar dari kekhawatiran pemerintah terhadap potensi metode pembobolan sistem atau jailbreak pada Fable 5.
>>> Pemerintah Antisipasi Migrasi Konsumen Usai Harga Pertamax Naik
Meski demikian, manajemen Anthropic menyanggah bahwa temuan tersebut dapat menimbulkan risiko keamanan yang fatal.
Sebelum diluncurkan, Fable 5 diklaim telah melewati ribuan jam pengujian keamanan bersama pemerintah AS, lembaga keamanan AI Inggris, organisasi independen, serta tim internal.
Anthropic menyatakan strategi perlindungan berlapis dan kebijakan penyimpanan data pelanggan selama 30 hari tetap diterapkan untuk memitigasi penyalahgunaan.
>>> Anne Hathaway Alami Katarak Dini di Usia 30-an, Publik Diingatkan
"Kami mematuhi arahan hukum pemerintah dan menghapus akses terhadap Fable 5 serta Mythos 5 untuk seluruh pengguna.
Namun, kami tidak sependapat bahwa temuan mengenai potensi jailbreak yang terbatas seharusnya menjadi alasan untuk menarik model komersial yang telah digunakan ratusan juta orang," tulis Anthropic.
Perusahaan menilai pembatasan ini dapat menghambat peluncuran model-model AI frontier di masa depan apabila standar yang sama diterapkan ke seluruh industri.
>>> Cara Daftar GoPayLater di Tokopedia, Mudah dan Cepat
Saat ini, Anthropic sedang berupaya memulihkan akses Fable 5 dan Mythos 5 karena menganggap keputusan pemerintah tersebut merupakan sebuah kesalahpahaman.
