Tim nasional Amerika Serikat berhasil mengalahkan Paraguay dengan skor 4-1 dalam pertandingan pembuka Grup D Piala Dunia 2026.
Laga berlangsung di Los Angeles Stadium pada Sabtu, 13 Juni 2026.
>>> Cara Cek Bansos BPNT 2026 Praktis Lewat HP, Cukup Pakai NIK
Tiga gol sudah tercipta di babak pertama. Satu gol tambahan dicetak Gio Reyna pada masa injury time.
Kemenangan ini mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya sejak 1930, Amerika Serikat mampu memenangi laga Piala Dunia dengan selisih tiga gol.
Dominasi dan Pujian
Sepanjang babak pertama, Amerika Serikat mendominasi penguasaan bola hingga 71 persen. Tim asuhan Mauricio Pochettino tampil menekan dan agresif.
Mantan kiper timnas AS, Tony Meola, menilai sepak bola Amerika Serikat kini sudah berkembang pesat. "Sekarang kami jauh lebih mapan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa infrastruktur dan kompetisi domestik sudah jauh lebih maju.
"Kami memiliki pemain yang bermain di seluruh dunia, liga yang luar biasa, dan fasilitas yang digunakan dunia saat ini.
Itu hanya mimpi beberapa tahun lalu, sekarang kami adalah negara sepak bola," kata Meola.
Mantan pemain timnas wanita Inggris, Ellen White, memuji performa tim tuan rumah. "AS luar biasa," katanya di BBC Match of the Day.
>>> Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia Berkat IPO SpaceX
Ia menyoroti mentalitas pemain AS yang mampu mengelola tekanan. "Anda bicara tekanan, tetapi mereka menyambutnya, mereka menikmatinya.
Mereka mungkin mengejutkan dunia dengan performa itu," tutur White.
Danny Murphy, mantan gelandang Liverpool, juga memuji ketajaman dan kesiapan fisik skuad AS. "Mereka terlihat seperti tim yang sangat berbahaya, mereka bugar, tajam, dan lapar," katanya.
Menurut Murphy, dukungan suporter di stadion menjadi faktor intimidasi bagi lawan. "Saat Anda bermain baik, penonton mendukung Anda.
Stadion ini sangat mengintimidasi ketika mayoritas penonton mendukung Anda," ujarnya.
Perubahan Taktik Pochettino
Perubahan taktik yang dibawa Pochettino sejak 20 bulan lalu terlihat jelas. Ia menerapkan gaya bermain menekan dan menyerang.
Pochettino juga mengubah pola pikir pemain untuk percaya diri. "Kenapa bukan kami?"
katanya awal tahun ini.
Ia menekankan pentingnya bermimpi besar. "Kami harus benar-benar percaya bahwa kami bisa berada di sana.
>>> Wali Kota Medan Resmi Buka Pekan Kuliner Halal ke-5 Tahun 2026
Kami perlu bermimpi," ujar Pochettino.
Mantan bek Wales, Ashley Williams, menilai AS kini memiliki skuad yang kompetitif. "AS mendatangkan Pochettino dengan turnamen ini dalam pikiran setelah gagal di Piala Dunia sebelumnya," katanya.
Williams memprediksi AS bisa melangkah jauh jika konsisten. "Mereka memiliki pemain yang diharapkan bisa melaju jauh.
Jika segalanya berjalan dengan Pochettino dan starting 11 yang kuat, saya pikir AS bisa melaju jauh di kandang sendiri.
Mereka akan melihat grup ini dan berpikir harus menjadi juara grup," ujarnya.
Kekhawatiran Cedera Pulisic
Meski menang besar, ada kekhawatiran setelah Christian Pulisic ditarik keluar pada awal babak kedua. Ia mengalami masalah betis.
Pochettino mengonfirmasi bahwa pergantian itu sebagai langkah pencegahan. "Saya harap ini bukan masalah besar, tetapi saat babak pertama selesai dia tidak bisa bekerja," katanya.
Tim medis akan terus memantau kondisi Pulisic menjelang pertandingan berikutnya melawan Turki dan Australia. "Semoga bukan masalah besar.
>>> Tiket Konser BTS ARIRANG di Jakarta Ludes Terjual
Sekarang saya pikir lebih baik dan semoga untuk pertandingan berikutnya dia bisa," ujar Pochettino.
