⌂ Beranda News Harga Emas Dunia Menguat ke Level US$ 4.219 per Ons Troi

Harga Emas Dunia Menguat ke Level US$ 4.219 per Ons Troi

Harga Emas Dunia Menguat ke Level US$ 4.219 per Ons Troi
Grafik harga emas dunia menguat ke US$ 4.219 per ons troi
A A Ukuran Teks16px

Harga emas spot dunia ditutup menguat 0,1 persen ke level US$ 4.219,32 per ons troi pada Jumat (12/6/2026).

Logam mulia ini berhasil bertahan di atas level psikologis US$ 4.000 per ons troi.

>>> Pemerintah Tetapkan Aturan Gaji PPPK Paruh Waktu 2026

Meskipun demikian, emas masih mencatat pelemahan lebih dari 2 persen secara mingguan.

Penurunan ini menempatkan emas di jalur kerugian mingguan kelima berturut-turut.

Sementara itu, harga perak spot menguat 0,92 persen menjadi US$ 68 per ons.

Pasar saat ini menganalisis pergerakan teknikal kedua logam mulia untuk menentukan arah investasi selanjutnya.

Analisis Teknikal dan Sentimen Pasar

Menurut Michele Schneider, Chief Market Strategist MarketGauge, jika harga mampu ditutup di sekitar level saat ini, investor dapat mulai melakukan pembelian secara bertahap.

Namun, emas dan perak masih perlu kembali menembus level rata-rata pergerakan penting sebelum menjadi sinyal beli yang lebih kuat.

Schneider menambahkan bahwa penurunan harga yang sempat menembus rata-rata pergerakan 50 hari dan 200 hari telah menimbulkan tekanan teknikal yang cukup besar.

>>> Harga Perak Antam 13 Juni 2026 Melesat Jadi Rp 45.550 per Gram

Oleh karena itu, pelaku pasar masih perlu bersikap hati-hati dalam jangka pendek.

Simon-Peter Massabni, Head of Business Development XS. com, mengatakan kemampuan emas mempertahankan level US$ 4.000 mencerminkan kehadiran pembeli strategis.

Menurutnya, setiap koreksi dilihat sebagai kesempatan untuk membangun posisi baru.

Massabni menambahkan bahwa fase koreksi yang dalam kemungkinan sudah mendekati akhir.

Pasar kini dinilai lebih dekat untuk membentuk basis harga baru dibandingkan memasuki tren penurunan yang lebih luas.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya optimisme mengenai kesepakatan damai antara AS dan Iran.

Hal ini sempat mengurangi minat terhadap aset safe haven.

>>> Donald Trump Umumkan Operasi Militer AS Tewaskan Pemimpin Kartel Venezuela

Fawad Razaqzada, Market Analyst FOREX. com, menilai tekanan jual terbesar kemungkinan sudah berlalu untuk saat ini.

Namun, harga emas bisa turun lagi jika harga minyak gagal mengalami koreksi lebih dalam.

Menurutnya, arah harga logam mulia dalam jangka pendek akan bergantung pada perkembangan harga energi dan minyak dunia.

Fokus investor sekarang tertuju pada rapat kebijakan The Fed pada 16-17 Juni mendatang.

Rapat ini menjadi yang pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh.

Barbara Lambrecht, Analis Commerzbank, mengatakan jika Kevin Warsh menyampaikan pernyataan yang lebih hawkish dari perkiraan, harga emas kemungkinan akan kembali melemah.

Sebaliknya, jika ia meredam ekspektasi kenaikan suku bunga, emas berpeluang pulih.

>>> Rekomendasi Titik SPKLU di Jalur Medan–Siantar untuk Mobil Listrik

Konferensi pers pasca-rapat kebijakan moneter diprediksi menjadi penentu arah pergerakan harga emas selanjutnya.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru