Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem pinjaman daring (pindar) yang sehat dan berdampak nyata.
Asosiasi ini meluruskan narasi industri dengan menunjukkan peran pindar dalam membuka akses keuangan bagi masyarakat yang belum tersentuh perbankan formal.
>>> Kisah Veza Snack: Dari Dapur Rumah hingga Kemasan Modern Berkat BRI
Akumulasi penyaluran pendanaan pindar secara nasional telah menembus Rp 1.388 triliun sejak awal beroperasi.
Industri ini melayani lebih dari 169 juta borrower aktif, dengan 38 hingga 40 persen di antaranya pelaku UMKM yang baru pertama kali mendapat modal usaha.
Tingkat kepatuhan bayar tepat waktu dari para peminjam tercatat melampaui 90 persen.
Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menyatakan ada ketidakseimbangan narasi yang perlu dikoreksi.
"Pindar adalah jembatan bagi jutaan orang yang tidak punya rekam jejak perbankan dan kini bisa mendapatkan modal untuk tumbuh," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Firlie menambahkan bahwa AFTECH terus mengawal anggotanya agar menerapkan tata kelola ketat serta transparansi biaya dan bunga sejak awal.
>>> KSPSI Kawal Penyusunan UU Ketenagakerjaan Baru, Tegaskan Independensi
Mekanisme perlindungan konsumen juga wajib distandardisasi agar dapat diakses langsung oleh masyarakat luas.
"Kepercayaan adalah satu-satunya fondasi yang membuat industri ini bisa terus tumbuh dan relevan.
AFTECH tidak hanya hadir sebagai asosiasi administratif, tetapi mitra aktif bagi setiap anggota dalam membangun kepercayaan itu," tutur Firlie.
Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, mengungkapkan perubahan perilaku ekonomi para pengguna secara bertahap.
"Kami melihat borrower yang pertama kali meminjam untuk stok dagangan kecil, dua tahun kemudian sudah punya beberapa karyawan dan mulai masuk ke ekosistem perbankan formal.
Pindar bukan titik akhir, melainkan titik masuk," katanya.
Easycash mengonfirmasi mayoritas penggunanya berasal dari sektor yang sebelumnya belum terjangkau layanan perbankan konvensional. Pengalaman positif pada transaksi pertama menjadi modal krusial bagi pertumbuhan bisnis jangka panjang.
>>> Cara Cek Desil Bansos 2026 Secara Online Lewat Laman Resmi dan Aplikasi
Direktur PT Sahabat Mikro Fintek (Samir), Yonathan Gautama, menambahkan dampak pinjaman produktif tidak berhenti pada penerima langsung.
"Dampaknya menjalar ke rantai ekonomi di sekitarnya: tenaga kerja terserap, pemasok lokal ikut tumbuh, dan perputaran uang semakin aktif di tingkat komunitas," ungkapnya.
Saat ini terdapat sembilan penyelenggara pindar aktif di bawah AFTECH: Easycash, Samir, AdaKami, Amartha, Julo, Indosaku, PinjamDuit, LumbungDana, dan Danai.
Seluruh platform tunduk pada pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
AFTECH mendorong keterbukaan informasi dengan meminta anggotanya mempublikasikan data performa platform secara berkala, mencakup tingkat pengembalian pinjaman, jumlah UMKM yang didanai, hingga laporan audit penagihan.
"Kami ingin masyarakat melihat pindar sebagaimana adanya: industri yang lahir dari masalah nyata, tumbuh dengan inovasi bertanggung jawab, dan berkomitmen melayani yang membutuhkan akses keuangan.
>>> Polisi Larang Modifikasi Pelat Nomor Kendaraan, Pelanggar Terancam Pidana
Cerita jutaan orang yang hidupnya berubah karena pindar harus didengar," kata Firlie.