WhatsApp mengumumkan keberhasilan mereka dalam menggagalkan serangan siber yang dikaitkan dengan NSO Group, perusahaan spyware asal Israel.
Langkah ini diambil meskipun NSO Group telah dilarang permanen oleh pengadilan AS untuk menarget platform tersebut.
>>> Penerimaan Bea Cukai RI Tembus Rp100,6 Triliun hingga April 2026
Spyware adalah perangkat lunak berbahaya yang menyusup ke perangkat secara diam-diam untuk mencuri data sensitif. Data tersebut meliputi pesan pribadi, detail login, hingga informasi lokasi.
Melalui pembaruan keamanan bertajuk Fighting Spyware: An Update From WhatsApp, perusahaan mendeteksi kampanye spear phishing yang diduga digerakkan NSO Group.
Serangan itu mencoba mengelabui pengguna agar menekan tautan berbahaya ke situs luar.
WhatsApp juga menemukan sejumlah akun dan grup percobaan yang diduga dibuat untuk mendukung operasi tersebut. Seluruh akun dan grup yang terindikasi telah ditutup.
>>> San Antonio Spurs Terancam Gagal Juara Usai Tumbang di Game 4
“Setelah menyelidiki laporan pengguna, kami mampu mengganggu upaya rekayasa sosial yang terkait dengan NSO,” tulis WhatsApp dalam laman Meta Newsroom, dikutip Kamis (11/6/2026).
Menyusul temuan ini, WhatsApp mendesak pengadilan federal AS untuk menjatuhkan sanksi hukum kepada NSO Group. Perusahaan itu dinilai melanggar putusan permanen pengadilan sebelumnya.
Gugatan WhatsApp terhadap NSO Group telah dimenangkan pada tahun 2025. Pengadilan memerintahkan NSO Group menghentikan segala penargetan terhadap WhatsApp dan penggunanya.
WhatsApp menyatakan putusan itu menegaskan tindakan NSO Group melanggar hukum federal dan negara bagian AS. Kini WhatsApp meminta hakim menyatakan NSO Group telah menghina pengadilan.
>>> YLKI Soroti Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp16.000 per Liter
Juri federal AS sebelumnya memerintahkan NSO Group membayar ganti rugi sekitar US$167 juta.
Perusahaan itu terbukti menggunakan infrastruktur WhatsApp untuk menyebarkan spyware Pegasus ke lebih dari 1.000 target, termasuk jurnalis, aktivis HAM, dan pejabat pemerintah.
WhatsApp menegaskan spyware komersial menjadi ancaman serius bagi privasi dan keamanan nasional. Manajemen juga mengumumkan keterlibatan dalam Spyware Accountability Initiative untuk meningkatkan akuntabilitas industri pengawasan digital.
“Kami akan terus melindungi kemampuan masyarakat untuk berkomunikasi secara pribadi.
>>> Daftar Harga BBM RON 95 di Negara Maju per Juni 2026
Ancaman spyware komersial tidak hanya berdampak pada individu yang menjadi target, tetapi juga mengancam keamanan dan privasi seluruh ekosistem digital.”