⌂ Beranda News Piala Dunia 2026 Jadi Katalis Positif bagi Emiten Broadband dan OTT

Piala Dunia 2026 Jadi Katalis Positif bagi Emiten Broadband dan OTT

Piala Dunia 2026 Jadi Katalis Positif bagi Emiten Broadband dan OTT
Logo Piala Dunia 2026 dengan 48 negara peserta
A A Ukuran Teks16px

Turnamen sepak bola Piala Dunia 2026 telah resmi dimulai sejak dini hari tadi waktu Indonesia.

Kompetisi global ini diproyeksikan menjadi pendorong sentimen positif bagi emiten di sektor broadband dan platform Over-The-Top (OTT).

>>> Putri Kerajaan Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia

Meksiko menjadi tuan rumah pertama yang menyelenggarakan upacara pembukaan pada pukul 00:30 WIB, Jumat (12/6/2026).

Bersama Amerika Serikat dan Kanada, Meksiko bertindak sebagai tuan rumah edisi kali ini.

Di Indonesia, TVRI memegang hak siar utama melalui jalur Free to Air (FTA).

Sementara itu, ForePlay milik PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) menjadi mitra OTT resmi untuk layanan streaming digital.

Proyeksi Dampak bagi Emiten

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dan IRSX dinilai berada dalam posisi menguntungkan.

>>> Harga Suzuki Fronx Juni 2026 Mulai Rp261,5 Juta, Ini Daftar Varian

Lonjakan trafik data dan aktivitas streaming selama turnamen diprediksi meningkatkan kebutuhan akses internet rumah yang stabil.

Phintraco Sekuritas menyebut program Internet Rakyat dari WIFI memiliki daya tarik kuat karena harga kompetitif.

Skema bundling juga diterapkan, di mana pengguna internet rumah WIFI mendapat akses ke platform OTT FolaPlay milik IRSX.

Kolaborasi ini memberikan sinergi saling menguntungkan.

WIFI mempercepat akuisisi pelanggan baru, sementara IRSX diuntungkan oleh kenaikan konsumsi konten digital berkat hak siar yang terhubung dengan TVRI.

>>> Polisi dan TNI Siagakan 4.151 Personel Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta

Sinarmas Sekuritas melihat kehadiran IRSX melengkapi keterbatasan infrastruktur TVRI yang hanya bersiaran lewat antena konvensional.

Strategi jangka pendek dinilai lebih cocok untuk memanfaatkan momentum, mengingat saham yang sudah naik sebelumnya rentan mengalami profit taking.

Sektor lain yang berpotensi terdampak positif antara lain media dan penyiaran (SCMA, EMTK) karena kenaikan trafik iklan, serta telekomunikasi akibat lonjakan konsumsi data.

Bisnis FMCG dan F&B juga diproyeksikan meningkat seiring aktivitas nonton bareng dan pesan antar.

Dari segi valuasi, saham WIFI diperdagangkan pada PBV 0,93x yang atraktif karena di bawah nilai buku.

>>> Bank Dunia Soroti Subsidi BBM Tidak Tepat Sasaran di Indonesia

Sementara IRSX memiliki PBV 5,51x yang premium akibat ekspektasi pasar yang tinggi.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru