Bank Dunia menyoroti inefisiensi alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Lembaga keuangan internasional itu menilai subsidi tersebut tidak tepat sasaran.
Temuan ini tertuang dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026 yang dirilis Jumat (12/6/2026).
>>> FIFA dan UEFA Resmi Gunakan Nama Czechia untuk Piala Dunia 2026
Laporan tersebut mengungkap bahwa separuh dari total anggaran subsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu.
Pengeluaran untuk subsidi energi di Indonesia kini menjadi komponen belanja publik yang signifikan. Angkanya mencapai 1,6 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Masalah ketidaktepatan sasaran ini semakin membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat terjadi lonjakan harga minyak global.
>>> Piala Dunia 2026 Gelar Tiga Upacara Pembukaan Megah Bertema One Heartbeat
"Lonjakan harga minyak global mengungkap beban fiskal dan kelemahan dari penargetan subsidi BBM, di mana 20% rumah tangga terkaya justru menerima setengah dari total subsidi BBM," tulis laporan Bank Dunia.
Rekomendasi Reformasi Subsidi BBM
Bank Dunia merekomendasikan paket reformasi subsidi BBM yang mencakup tiga langkah strategis. Langkah pertama adalah penyesuaian harga secara bertahap untuk mempersempit selisih antara harga subsidi dan harga pasar.
Selanjutnya, skema bantuan langsung tunai ditargetkan bagi 40 persen rumah tangga termiskin. Langkah ini untuk memitigasi dampak penyesuaian harga.
>>> BAKTI Komdigi: Biaya Operasional BTS Satelit di Wilayah 3T Capai Rp30 Juta per Bulan
Beban fiskal dari bantuan bulanan ini diperkirakan hanya memakan 10 persen dari total penghematan BBM.
Langkah terakhir berfokus pada realokasi dana hasil penghematan subsidi. Dana tersebut dialokasikan untuk program perlindungan sosial, investasi publik, serta dukungan mata pencaharian kelompok terdampak.
Simulasi menunjukkan pendekatan bertahap selama dua tahun mampu menghasilkan penghematan fiskal setara 1,3 persen PDB. Potensinya bisa melonjak hingga 2,1 persen PDB setelah diterapkan penuh.
>>> Hyundai Sediakan Layanan Premium Courtesy Car Gratis Selama Perbaikan
"Implementasi sama pentingnya dengan desain implementasi berurutan secara bertahap, komunikasi publik yang jelas, kesiapan sistem pelaksanaan melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN) dan perhitungan yang transparan bagaimana penghematan subsidi BBM akan diinvestasikan kembali," tulis Bank Dunia.