Putri Bajrakitiyabha, putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn dari Thailand, meninggal dunia pada usia 47 tahun.
Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Chulalongkorn, Bangkok, setelah mengalami koma selama lebih dari tiga tahun.
>>> IHSG Dibuka Menguat 74 Poin Berkat Dorongan Wall Street
Kabar duka ini diumumkan oleh otoritas kerajaan pada Kamis (11/6/2026) malam waktu setempat.
Pihak kerajaan menyatakan bahwa tim medis telah memberikan perawatan intensif, namun kondisi sang putri terus menurun secara progresif.
Putri Bajrakitiyabha mendadak pingsan saat berolahraga bersama anjing peliharaannya pada Desember 2022. Tim dokter menjelaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh infeksi bakteri mycoplasma yang menyerang organ jantung.
>>> BEI Buka Suspensi Saham Fortune Indonesia pada Perdagangan Sesi I
Infeksi tersebut menyebabkan miokarditis atau peradangan otot jantung, yang kemudian berujung pada aritmia berat.
Gangguan irama jantung yang serius ini menghambat aliran darah dan pasokan oksigen ke otak, sehingga sang putri kehilangan kesadaran dan mengalami koma berkepanjangan.
Selama menjalani perawatan, pihak medis mengandalkan alat penunjang kehidupan untuk menjaga kondisinya. Namun, upaya tersebut tidak mampu menyelamatkan nyawanya.
>>> Tren Gaya Hidup: Spa AI, Nasi Jagung Magic Com, dan Wisata Yogyakarta
Rekam Jejak Sang Putri
Putri Bajrakitiyabha dikenal sebagai salah satu anggota keluarga kerajaan yang paling berprestasi.
Ia merupakan lulusan bidang hukum dari Cornell University, Amerika Serikat, dan pernah bertugas sebagai jaksa serta Duta Besar Thailand untuk Austria.
Selain itu, ia aktif bekerja sama dengan UNODC untuk reformasi peradilan pidana. Sejak tahun 2021, ia juga menyandang pangkat jenderal sebagai kepala staf pengawal pribadi kerajaan.
>>> Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.931,5 per Dolar AS pada 11 Juni 2026 Pagi
Kepergian figur yang gemar berolahraga lari jarak jauh ini kini memicu kembali pertanyaan publik mengenai masa depan suksesi monarki Thailand yang belum ditetapkan secara resmi.