Kadar hormon stres kortisol yang tetap tinggi akibat stimulasi berlebihan sepanjang hari dapat memicu rasa cemas dan kekhawatiran mendalam pada malam hari.
Fenomena ini membuat sistem saraf tetap dalam mode waspada meskipun ancaman nyata telah berlalu.
>>> ECB Buka Peluang Naikkan Suku Bunga Acuan pada Juli 2026
Kondisi tersebut menyebabkan seseorang merasa gelisah, sulit rileks, hingga mengalami hambatan besar untuk memulai tidur meskipun fisik sudah sangat lelah.
Selain faktor hormon, otak yang terlalu aktif di siang hari karena paparan notifikasi, tenggat pekerjaan, dan media sosial juga menjadi penyebab utama.
Pendiri sekaligus Direktur Gateway of Healing, Dr. Chandni Tugnait, menjelaskan bahwa keluhan psikologis ini bukan indikator kelemahan pribadi atau sekadar masalah gangguan tidur biasa.
>>> Bank Mandiri Jadi Bank RI Pertama yang Terhubung Langsung ke Sistem CIPS China
Respons tubuh setelah seharian menghadapi tekanan emosional menjadi pemicu utama kecemasan tersebut.
"Bagi banyak orang, malam hari bukanlah waktu istirahat, melainkan momen ketika tubuh dan pikiran mulai memproses berbagai hal yang terabaikan sepanjang hari," ujar Chandni.
Ketika suasana malam menjadi sunyi dan aktivitas berkurang, berbagai emosi serta masalah yang sebelumnya tertunda akan muncul kembali ke permukaan secara lebih intens.
>>> Snowflake Resmi Luncurkan CoWork, Sistem Operasi Agen AI untuk Perusahaan
Hal ini kemudian memicu overthinking berkepanjangan yang merusak kualitas tidur harian.
Cara Mengatasi Kecemasan Malam Hari
Penanganan dapat dilakukan melalui pembentukan rutinitas tidur yang konsisten.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain membatasi penggunaan gawai, menulis jurnal, membaca buku, melakukan peregangan, atau mendengarkan musik tenang.
>>> Aktor Muzakki Ramdhan Alami Penganiayaan di Toilet Mal Jakarta
Konsultasi dengan tenaga profesional sangat dianjurkan apabila kecemasan terjadi terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.