⌂ Beranda News Kadar Kortisol Tinggi Picu Kecemasan Malam Hari, Begini Cara Mengatasinya
News

Kadar Kortisol Tinggi Picu Kecemasan Malam Hari, Begini Cara Mengatasinya

Ilustrasi wanita mengalami kecemasan malam hari
Ilustrasi wanita mengalami kecemasan malam hari
A A Ukuran Teks16px

Kadar hormon stres kortisol yang tetap tinggi akibat stimulasi berlebihan sepanjang hari dapat memicu rasa cemas dan kekhawatiran mendalam pada malam hari.

Fenomena ini membuat sistem saraf tetap dalam mode waspada meskipun ancaman nyata telah berlalu.

Kondisi tersebut menyebabkan seseorang merasa gelisah, sulit rileks, hingga mengalami hambatan besar untuk memulai tidur meskipun fisik sudah sangat lelah.

Selain faktor hormon, otak yang terlalu aktif di siang hari karena paparan notifikasi, tenggat pekerjaan, dan media sosial juga menjadi penyebab utama.

Pendiri sekaligus Direktur Gateway of Healing, Dr. Chandni Tugnait, menjelaskan bahwa keluhan psikologis ini bukan indikator kelemahan pribadi atau sekadar masalah gangguan tidur biasa.

Respons tubuh setelah seharian menghadapi tekanan emosional menjadi pemicu utama kecemasan tersebut.

"Bagi banyak orang, malam hari bukanlah waktu istirahat, melainkan momen ketika tubuh dan pikiran mulai memproses berbagai hal yang terabaikan sepanjang hari," ujar Chandni.

Ketika suasana malam menjadi sunyi dan aktivitas berkurang, berbagai emosi serta masalah yang sebelumnya tertunda akan muncul kembali ke permukaan secara lebih intens.

Hal ini kemudian memicu overthinking berkepanjangan yang merusak kualitas tidur harian.

Cara Mengatasi Kecemasan Malam Hari

Penanganan dapat dilakukan melalui pembentukan rutinitas tidur yang konsisten.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain membatasi penggunaan gawai, menulis jurnal, membaca buku, melakukan peregangan, atau mendengarkan musik tenang.

Konsultasi dengan tenaga profesional sangat dianjurkan apabila kecemasan terjadi terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

📰 Update Terbaru