Snowflake resmi meluncurkan platform CoWork dalam ajang Snowflake Summit 2026 di San Francisco. Langkah ini memperluas kapabilitas Snowflake Intelligence menjadi sistem operasi agen pribadi bagi para pekerja perusahaan.
Perubahan ini menandai pergeseran besar dalam lanskap kecerdasan buatan (AI) korporasi. AI kini beralih dari chatbot reaktif menjadi agen otonom terkelola.
Fitur Unggulan CoWork
Platform CoWork dilengkapi dengan fitur Deep Research.
Fitur ini berfungsi sebagai mode investigasi otonom untuk memecahkan pertanyaan bisnis yang rumit secara mandiri melalui analisis data terstruktur dan tidak terstruktur.
Proses validasi dan transparansi laporan didukung oleh fitur Extended Thinking. Fitur ini memeriksa logika SQL serta hak akses sebelum sistem mengeksekusi query.
Snowflake juga memperkenalkan Cortex Sense, sebuah lapisan konteks fondasi.
Cortex Sense secara otomatis mempelajari definisi operasional perusahaan dari metadata dan riwayat query untuk meningkatkan akurasi penalaran bisnis.
Aksesibilitas CoWork diperluas ke berbagai platform harian pekerja.
Platform ini mencakup aplikasi iOS mandiri, Slackbot, ekstensi Microsoft Excel, hingga konektor Model Context Protocol (MCP) untuk Google Drive dan Salesforce.
Produktivitas berkelanjutan pada platform ini ditopang oleh tiga arsitektur baru yang terintegrasi.
Ketiganya adalah Artifacts untuk dasbor data, User Memory untuk perekaman perilaku historis, dan Skill Catalog sebagai katalog alur kerja.
Sistem operasional otonom CoWork ditenagai oleh model penalaran terbaru seperti Claude Fable 5 dari Anthropic.
Sistem ini dilindungi oleh protokol keamanan baru bernama AI Agent Identity yang menyediakan identitas kriptografis terverifikasi.