⌂ Beranda News Spacex Siapkan IPO Terbesar Sepanjang Sejarah di Nasdaq

Spacex Siapkan IPO Terbesar Sepanjang Sejarah di Nasdaq

Spacex Siapkan IPO Terbesar Sepanjang Sejarah di Nasdaq
Ilustrasi IPO SpaceX di bursa Nasdaq
A A Ukuran Teks16px

SpaceX secara resmi bersiap melakukan penawaran umum perdana (IPO) terbesar sepanjang sejarah di bursa Nasdaq pada Jumat (12/6/2026).

Langkah strategis perusahaan milik Elon Musk ini diproyeksikan menghimpun dana segar dalam jumlah fantastis.

>>> DPR dan Pemerintah Sepakati Kerangka Ekonomi Makro 2027

Melalui dokumen yang diserahkan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), SpaceX menetapkan harga saham sebesar US$ 135 per lembar.

Target total dana yang akan dihimpun mencapai US$ 75 miliar.

Keputusan tersebut menetapkan nilai pasar atau valuasi SpaceX pada angka US$ 1,77 triliun.

Jumlah ini menjadikan SpaceX sebagai perusahaan ketujuh paling berharga di AS, bahkan melampaui kapitalisasi pasar Tesla.

Langkah melantai di bursa ini menjadi pertaruhan besar bagi para investor terhadap figur Elon Musk.

Secara fundamental, SpaceX masih mencatatkan kerugian bersih dengan total defisit kumulatif US$ 41,3 miliar sejak didirikan pada 2002.

Namun, perusahaan menunjukkan pertumbuhan pendapatan signifikan hingga US$ 18,67 miliar pada tahun lalu.

>>> PT Meratus Bantah Isu Akuisisi oleh Waresix

Sektor penopang utama berasal dari unit bisnis internet satelit Starlink yang telah mencetak laba, serta integrasi dengan divisi kecerdasan buatan xAI.

Investasi Besar di Kecerdasan Buatan

Dalam prospektusnya, SpaceX memaparkan lonjakan belanja modal sebesar US$ 10,1 miliar pada kuartal I-2026.

Alokasi dana US$ 7,7 miliar dari anggaran tersebut digunakan untuk fokus pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Strategi investasi besar-besaran ini sejalan dengan ambisi perusahaan memposisikan diri sebagai entitas AI yang terintegrasi secara vertikal.

Cakupan integrasi meliputi penyediaan perangkat keras, pengelolaan basis data, hingga pengembangan model bahasa besar.

Rencana pencatatan saham perdana ini mendapat sambutan beragam namun optimistis dari analis Wall Street.

Analis Oppenheimer memberikan peringkat outperform dengan target harga saham US$ 190, sedangkan New Street Research menetapkan target US$ 165.

>>> Petani Optimistis Target Produksi Jagung 18 Juta Ton Tercapai

Pelaksanaan IPO ini diprediksi akan mengantarkan Elon Musk menjadi triliuner pertama di dunia.

Nilai kepemilikan saham Musk di SpaceX diperkirakan mencapai US$ 866,5 miliar, yang jika ditambah aset di Tesla akan membuat total kekayaannya melonjak tajam.

Melalui kepemilikan saham tersebut, Musk tetap memegang kendali penuh atas perusahaan dengan kekuatan suara lebih dari 82 persen.

Otoritas mutlak ini memberikan hak penuh kepada Musk dalam menentukan arah kebijakan dewan direksi ke depan.

Fenomena melantainya SpaceX di bursa saham ditengarai menjadi sinyal pergeseran fokus pasar modal global menuju sektor teknologi masa depan yang padat modal.

Kombinasi infrastruktur ruang angkasa dan kecerdasan buatan dinilai akan membentuk ekosistem yang sulit ditandingi kompetitor.

Keputusan korporasi ini kini memicu antisipasi pasar terhadap potensi aksi serupa dari raksasa teknologi lain seperti OpenAI dan Anthropic.

>>> Henry Indraguna Dukung Operasional Danantara untuk Amankan Devisa Negara

Investor saat ini menunjukkan minat tinggi pada visi jangka panjang Musk, meski dihadapkan pada ketidakpastian profitabilitas jangka pendek.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru