⌂ Beranda News Pemerintah Kudus dan BLDF Luncurkan Layanan Jemput Sampah Organik Digital

Pemerintah Kudus dan BLDF Luncurkan Layanan Jemput Sampah Organik Digital

Pemerintah Kudus dan BLDF Luncurkan Layanan Jemput Sampah Organik Digital
Layanan digital pick up point sampah organik di Kudus
A A Ukuran Teks16px

Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) bersama Pemerintah Kabupaten Kudus meluncurkan layanan Kudus Asik Digital Pick Up Point Sampah Organik di Pendapa Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Selasa, 9 Juni 2026.

Kolaborasi ini bertujuan mempermudah masyarakat dalam menyalurkan limbah rumah tangga berbasis digitalisasi.

>>> GoPay Merchant Luncurkan Fitur Tagih via QRIS untuk Social Seller

Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap tingginya volume limbah rumah tangga di wilayah tersebut.

Berdasarkan data terkini, lebih dari 50 persen dari total keseluruhan volume sampah di Kabupaten Kudus didominasi oleh jenis sampah organik.

Fokus pada Sampah Organik

Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, menjelaskan bahwa isu lingkungan saat ini telah menjadi tantangan global yang memerlukan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.

"Kudus daerah yang aktif dan produktif. Tetapi dari rumah bisa lahir sampah dari dapur.

Lewat Keluarga Asik tentu bisa bersama-sama mengurangi sampah," kata Mutiara.

>>> Pemerintah Tata Ulang SPPG Makan Bergizi Gratis Akibat Anggaran Bengkak Rp1 Triliun

BLDF memfokuskan program ini pada penanganan limbah organik karena jenis sampah tersebut berpotensi menimbulkan penyakit dan mencemari jenis sampah lain jika tidak dikelola secara tepat.

Deputy Program Manager Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Redi Joko Prasetyo, memaparkan bahwa pemetaan digital dirancang untuk memberikan kemudahan bagi warga.

"Saat ini sudah ada 525 titik dan akan bertambah 50 titik lagi di tahun ini.

Tentu ke depannya dalam kurun waktu setahun ke depan semoga bisa menjadi seribu titik," ungkap Redi.

>>> Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026

Masyarakat nantinya dapat mengakses seluruh lokasi pengumpulan melalui situs resmi Kudus ASIK yang sedang dalam tahap penyelesaian akhir.

Program Officer Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Dandy Mahendra, menjelaskan alasan pemilihan format situs web dibandingkan aplikasi ponsel.

"Kalau aplikasi harus download dulu. Terkadang masyarakat juga kesulitan.

Kalau menggunakan web launcher yang bisa diakses di Kudus Asik dot id lebih mudah. Apalagi web launcher ini dibuat agar ramah di handphone," jelas Dandy.

Situs web launcher ini dirancang memuat fitur peta lokasi pengumpulan hingga data akumulasi volume sampah yang telah diterima.

>>> Saham PANI Anjlok 52%, Manajemen Fokus Perkuat Fundamental Bisnis

Sistem informasi tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2027 agar bisa diakses secara luas oleh seluruh warga Kabupaten Kudus.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru