Pemerintah melakukan penataan menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis. Langkah ini diambil karena jumlah SPPG melebihi target akibat praktik jual-beli titik.
Penataan ulang ini dilakukan karena operasional dapur yang berlebih memicu pemborosan anggaran belanja negara mencapai Rp1 triliun per bulan.
>>> Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026
Pembengkakan tersebut dipicu oleh pemberian insentif sebesar Rp6 juta untuk setiap dapur yang beroperasi.
Penertiban Klaster Permasalahan
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa penertiban klaster permasalahan akan dirampungkan secepat mungkin demi efisiensi program.
"Jadi memang kita menyepakati bersama-sama bahwa kita butuh penataan menyeluruh dari program MBG ini," kata Prasetyo Hadi.
Pemerintah membuka opsi untuk menutup sejumlah operasional dapur yang dinilai berlebih dari kuota baku. Namun, rencana penutupan tersebut masih memerlukan proses inventarisasi dan pembahasan lebih mendalam di lapangan.
>>> Saham PANI Anjlok 52%, Manajemen Fokus Perkuat Fundamental Bisnis
"Ya pasti salah satunya arahnya ke sana (tutup SPPG yang berlebih). Tapi kan kita belum bisa hari ini mengatakan ditutup atau tidak," ujar Prasetyo Hadi.
Evaluasi kondisi lapangan dijalankan secara hati-hati agar keputusan tidak hanya bertumpu pada data angka. Evaluasi juga bertujuan memastikan seluruh satuan pelayanan tetap berjalan sesuai standar operasional prosedur.
"Kita juga tidak bisa langsung mengambil kesimpulan bahwa hanya mengacu kepada angka-angka. Kondisinya masing-masing berbeda-beda.
>>> Antrean Tiket Konser BTS di Jakarta Tembus 700 Ribu Pengakses
Tetapi yang pasti harus semua itu sesuai dengan SOP," paparnya.
Opsi penutupan unit sedapat mungkin ditekan agar distribusi makanan untuk masyarakat penerima manfaat tidak terputus.
Target penyelesaian evaluasi komprehensif ini ditetapkan selesai dalam kurun waktu satu bulan ke depan.
"Kita target awal satu bulan ini harus sudah selesai. Tapi tentunya ada dinamikanya.
>>> Chandra Asri Pacific Naikkan Free Float Jadi 25,7 Persen, Tarik Minat Investor Institusi
Yang sudah berjalan tetap berjalan, tidak boleh ada gangguan, dan catatan perbaikan terus dilakukan. Yang sudah baik juga harus diawasi supaya kualitasnya terjaga," tegasnya.
