⌂ Beranda News Perusahaan China Incar Investasi PLTS 100 GW di Indonesia

Perusahaan China Incar Investasi PLTS 100 GW di Indonesia

Perusahaan China Incar Investasi PLTS 100 GW di Indonesia
Panel surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Sejumlah perusahaan dan pelaku industri energi asal China membidik pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt di Indonesia.

Kerja sama strategis ini dibahas dalam forum EESA Summit Indonesia 2026 yang berlangsung pada Rabu, 10 Juni 2026 di Jakarta.

>>> XLSmart Gelar Bravo 500 Summit 2026 untuk Percepat Transformasi Digital

Langkah tersebut sejalan dengan ambisi pemerintah Indonesia mempercepat transisi menuju energi bersih demi mencapai target net zero emission.

Forum ini mempertemukan jajaran pemerintah, BUMN, investor, dan perusahaan teknologi dari kedua negara.

Chief Operating Officer Seven Event, Agus Riyadi, menilai forum tersebut menjadi wadah strategis mempererat kemitraan teknologi penyimpanan energi guna mendukung integrasi energi terbarukan.

"Kami berharap sinergi yang kuat antara Indonesia dan Tiongkok dapat mempercepat pencapaian target transisi energi bersih serta mendukung ketahanan energi nasional yang andal dan berkelanjutan," ujar Agus Riyadi.

Dukungan Sistem Penyimpanan Energi

Penyusunan peta jalan nasional yang menargetkan kapasitas masif tersebut membutuhkan infrastruktur modern agar pasokan listrik tidak terganggu oleh fluktuasi cuaca.

>>> Mike Brown Sebut Tip-In OG Anunoby Tembakan Paling Ikonik dalam Sejarah Knicks

Oleh karena itu, dukungan sistem penyimpanan energi dan jaringan listrik yang mutakhir menjadi kebutuhan krusial.

Pihak China menawarkan solusi berupa sistem penyimpanan energi dan microgrid yang cocok untuk wilayah kepulauan serta kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia menekankan pentingnya pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri melalui skema usaha patungan.

Akselerasi ini berjalan beriringan dengan komitmen perluasan akses listrik di wilayah terpencil melalui program Listrik Desa.

>>> Perempuan 20 Tahun Melahirkan 17 Jam Setelah Tahu Hamil

Pemerintah Indonesia telah menetapkan target pembangunan program Listrik Desa di 2.065 lokasi sepanjang tahun 2026.

Sekretaris Jenderal EESA, Rene Duan, memandang kolaborasi bilateral ini tidak sekadar membuka keran investasi baru, melainkan juga memperkokoh keandalan sistem kelistrikan masa depan.

"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam mengembangkan energi bersih.

Melalui EESA Summit Indonesia ini, kami berkomitmen menjadi jembatan kerja sama antara Tiongkok dan Indonesia," kata Rene Duan.

Penerapan inovasi teknologi dari China diharapkan mampu menjawab tantangan intermitensi pada PLTS skala besar.

>>> Pemerintah Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis Akibat Pemborosan Anggaran

Pemanfaatan sistem penyimpanan energi tersebut diyakini akan memperkuat stabilitas dan keandalan pasokan listrik bersih ke seluruh pelosok tanah air.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru