⌂ Beranda News Umat Islam Siapkan Amalan Surat Yasin Malam Tahun Baru Islam 1448 H

Umat Islam Siapkan Amalan Surat Yasin Malam Tahun Baru Islam 1448 H

Umat Islam Siapkan Amalan Surat Yasin Malam Tahun Baru Islam 1448 H
Umat Islam membaca Al-Qur'an di malam Tahun Baru Islam
A A Ukuran Teks16px

Malam Tahun Baru Islam 1448 H menjadi momentum yang dinantikan umat muslim untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Berbagai amalan keagamaan disiapkan untuk menyambut pergantian tahun dalam kalender Hijriah tersebut.

>>> Pertamina Perkuat Sinergi Subholding untuk Ketahanan Energi Nasional

Momen pergantian tahun ini dipandang sebagai waktu yang tepat untuk melangitkan doa serta harapan baik.

Masyarakat biasanya mengisi malam 1 Muharram dengan meningkatkan zikir, doa pribadi, dan membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Di Indonesia, melantunkan Surat Yasin sebanyak tiga kali pada malam 1 Muharram telah menjadi tradisi bagi sebagian umat Islam.

Langkah ini diambil sebagai bentuk ikhtiar batiniah dalam memohon keberkahan dan kebaikan sepanjang tahun baru.

Meskipun praktik ini tidak tercantum secara khusus dalam hadis sahih, umat muslim tetap dapat membaca Surat Yasin untuk meraih keutamaannya.

Berikut adalah bacaan Surat Yasin ayat 1-83 beserta transliterasi latin dan terjemahannya:

Yā Sīn.

Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah.

Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) benar-benar salah seorang dari rasul-rasul.

(yang berada) di atas jalan yang lurus.

(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.

agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyang mereka belum pernah diberi peringatan, sehingga mereka lalai.

Sungguh, benar-benar berlaku perkataan (ketetapan takdir) terhadap kebanyakan mereka, maka mereka tidak akan beriman.

Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu (tangan mereka yang terbelenggu diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah.

Kami memasang penghalang di hadapan mereka dan di belakang mereka, sehingga Kami menutupi (pandangan) mereka. Mereka pun tidak dapat melihat.

Sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau tidak. Mereka (tetap) tidak akan beriman.

Sesungguhnya engkau hanya (bisa) memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikutinya dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih tanpa melihat-Nya.

Berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan).

Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz).

Buatlah suatu perumpamaan bagi mereka (kaum kafir Makkah), yaitu penduduk suatu negeri, ketika para utusan datang kepada mereka.

(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya. Kemudian Kami menguatkan dengan (utusan) yang ketiga.

Maka, ketiga (utusan itu) berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.”

>>> KLH Susun RPPEM Nasional untuk Lindungi Ekosistem Mangrove 2026-2055

Mereka (penduduk negeri) menjawab, “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami. (Allah) Yang Maha Pengasih tidak (pernah) menurunkan sesuatu apa pun.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru