Obrolan mengenai berat badan sering dianggap sebagai topik biasa dalam interaksi sosial sehari-hari. Percakapan ini biasanya muncul saat berkumpul bersama keluarga, teman, atau rekan kerja.
Namun, tidak semua pembahasan mengenai berat badan membawa dampak positif.
>>> FIFA Rilis Lagu Tema Piala Dunia 2026 DNA (More Than A Game)
Beberapa ucapan yang terdengar seperti perhatian atau pujian justru berpotensi memicu rasa tidak nyaman, stigma, hingga gangguan pola makan.
Dampak Komentar yang Tidak Disadari
Dawn Clifford, Ph. D.
, R. D.
, melalui Psychology Today menjelaskan bahwa komentar tentang berat badan sering menyederhanakan persoalan yang kompleks.
Berat badan manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetika, hormon, kondisi kesehatan, obat-obatan, dan lingkungan.
Membicarakan bentuk tubuh orang lain tanpa diminta dapat memberikan dampak emosional yang tidak disadari. Salah satu kalimat yang sebaiknya dihindari adalah pujian mengenai penurunan berat badan seseorang.
>>> Cara Praktis Cek Prakiraan Cuaca Lewat Platform Digital
Komentar semacam itu dapat memperkuat anggapan keliru bahwa penampilan fisik lebih penting daripada kualitas diri.
Penurunan berat badan tidak selalu terjadi karena alasan yang menyenangkan, melainkan bisa disebabkan oleh kondisi sakit.
Para ahli menyarankan untuk mengalihkan pujian pada aspek lain seperti gaya berpakaian, kepribadian, atau pencapaian seseorang.
Kalimat instruksi untuk menurunkan berat badan juga harus dihindari karena merupakan nasihat yang tidak diminta dan berpotensi menyinggung.
Menunjukkan kepedulian secara umum, seperti menanyakan kabar atau kondisi kesehatan, dinilai jauh lebih bijak.
>>> Pemprov Sumbar Pastikan Pembayaran Gaji PPPK Berjalan Lancar
Penurunan berat badan tidak sesederhana hitungan matematika antara kalori masuk dan kalori keluar karena melibatkan faktor biologis serta psikologis.
Ucapan yang menilai bahwa perubahan tubuh hanya tergantung pada niat dan kemauan juga dianggap kurang tepat.
Perubahan gaya hidup merupakan proses kompleks yang dipengaruhi oleh kondisi mental, lingkungan, dan faktor biologis yang tidak selalu dapat dikendalikan.
Dampak negatif juga bisa lahir dari kebiasaan mengkritik bentuk tubuh sendiri di depan orang lain.
Ucapan tidak percaya diri mengenai pakaian atau ukuran tubuh dapat membuat orang di sekitar ikut mempertanyakan penampilan mereka sekaligus memperkuat budaya diet yang tidak sehat.
Komunikasi yang suportif dapat dibangun dengan mengarahkan percakapan pada topik kesehatan, kebahagiaan, energi, atau kualitas diri.
>>> OJK Pastikan Intermediasi Perbankan Tetap Terjaga di Tengah Pelemahan Rupiah
Langkah ini dinilai lebih baik daripada terus fokus pada ukuran tubuh yang dapat menambah tekanan mental.