⌂ Beranda News Antam Pangkas Rasio Dividen Jadi 70 Persen demi Proyek Masa Depan

Antam Pangkas Rasio Dividen Jadi 70 Persen demi Proyek Masa Depan

Antam Pangkas Rasio Dividen Jadi 70 Persen demi Proyek Masa Depan
Proyek ekosistem baterai kendaraan listrik Antam di Karawang
A A Ukuran Teks16px

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memutuskan menurunkan rasio pembayaran dividen dari 100 persen pada tahun buku 2024 menjadi 70 persen pada tahun buku 2025.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

>>> Investasi Emas Antam Jangka Pendek Rugi Akibat Lebar Spread

Meski rasio menurun, jumlah nominal dividen tunai justru melonjak dari Rp3,6 triliun menjadi Rp5,04 triliun.

Nilai itu setara Rp210 per lembar saham, bersumber dari 70 persen total laba bersih entitas induk tahun buku 2025 sebesar Rp7,2 triliun.

Sisa 30 persen laba atau Rp2,16 triliun ditetapkan sebagai saldo laba ditahan. Manajemen menyebut langkah ini krusial untuk mendanai ekspansi bisnis jangka panjang.

>>> Pelemahan Rupiah Mulai Berdampak Signifikan pada Sektor Manufaktur

Proyek Baterai dan Efisiensi

Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, menjelaskan bahwa perseroan sedang membangun masa depan melalui proyek-proyek pengembangan usaha.

Sebagian laba ditahan akan digunakan untuk mendanai proyek strategis, termasuk ekosistem baterai kendaraan listrik di Kawasan Artha Industrial Hills, Karawang, Jawa Barat.

Nilai investasi proyek tersebut mencapai US$5,6 miliar atau setara Rp100 triliun.

>>> Apple Tunda Peluncuran Siri AI di Uni Eropa Akibat Regulasi DMA

Proyek ini melibatkan anak usaha Antam, Indonesia Corporation (IBC), bersama konsorsium Hongkong CBL Ltd. yang terafiliasi dengan raksasa baterai asal China, Contemporary Amperex Technology Co., Limited.

Selain alokasi dana proyek, kebijakan penurunan rasio dividen juga mempertimbangkan efisiensi operasional, optimalisasi portofolio bisnis, dan disiplin pengelolaan biaya investasi.

Handi menambahkan, perseroan memperkuat fondasi agar siap melangkah lebih jauh demi hasil maksimal bagi pemegang saham.

>>> Kementan Targetkan Produksi Beras 34,83 Juta Ton dan Usul Tambah Anggaran Rp22,43 Triliun

Dalam RUPST tahun buku 2025, pemegang saham juga menyetujui perombakan susunan pengurus perseroan. Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur organisasi dalam menghadapi dinamika bisnis ke depan.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru