⌂ Beranda News Warren Buffett Ungkap Kesalahan Fatal Investor Pemula di Pasar Saham

Warren Buffett Ungkap Kesalahan Fatal Investor Pemula di Pasar Saham

Warren Buffett Ungkap Kesalahan Fatal Investor Pemula di Pasar Saham
Warren Buffett memberikan pidato investasi
A A Ukuran Teks16px

Sebuah video lama yang menampilkan Warren Buffett kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial X.

Mantan CEO Berkshire Hathaway tersebut membagikan sudut pandang penting mengenai kekeliruan yang kerap dilakukan investor ketika berupaya mengumpulkan kekayaan di pasar modal.

>>> Pramono Anung Akan Sesuaikan Tarif Transjabodetabek Rute Blok M-Bandara

Seperti dikutip dari Investor Daily, investor legendaris ini menggunakan analogi olahraga bisbol untuk memaparkan filosofi investasinya.

Strategi tersebut merujuk pada buku "The Science of Hitting" karya pemain bisbol legendaris, Ted Williams.

Buffett menerangkan bahwa dalam ranah investasi tidak dikenal istilah strike, kecuali jika penanam modal itu sendiri yang melakukan kecerobohan.

Seorang pemukul dalam bisbol akan dinyatakan keluar jika membiarkan bola masuk ke zona strike tanpa mengayunkan tongkat.

Namun, situasi tersebut berbeda dengan dunia saham karena investor tidak dituntut untuk mengambil tindakan pada setiap peluang yang melintas.

"Orang bisa menyodorkan saham apa pun kepada saya, dan saya tidak harus langsung mengambilnya.

Tidak ada yang akan menyebut saya melakukan kesalahan (strike)," ujar Buffett seperti dikutip pada Kamis (11/6/2026).

>>> UBS Sekuritas Indonesia Naikkan Target Harga Saham Barito Pacific Jadi Rp2.700

Bagi Buffett, pelaku pasar modal mempunyai keuntungan besar untuk menunggu secara sabar.

Investor dapat memeriksa ribuan emiten setiap hari dan baru mengambil keputusan pendanaan saat benar-benar memahami skema bisnis serta menyukai harga yang ditawarkan.

Buffett memberikan perhatian khusus pada kekeliruan mendasar para penanam modal baru.

Kesalahan tersebut berupa anggapan bahwa mereka harus memiliki pandangan atau terlibat dalam segala hal yang tengah menjadi tren.

Ia menegaskan bahwa aktivitas investasi merupakan bidang yang memberikan keuntungan melimpah bagi individu yang memiliki tingkat kesabaran tinggi.

"Adalah kesalahan besar jika berpikir Anda harus memiliki pendapat tentang segalanya. Anda hanya perlu memiliki pendapat tentang beberapa hal saja," tambahnya.

>>> PT Esa Medika Mandiri Perkuat Distribusi dan Manufaktur Alkes

Sebagai panduan untuk meraih kesuksesan finansial, figur yang dijuluki Oracle of Omaha ini sering menyampaikan petuah kepada mahasiswa.

Menurutnya, seseorang sebenarnya hanya memerlukan sekitar 20 keputusan investasi yang dipikirkan secara matang sepanjang hidupnya.

"Jika mereka memikirkan setiap keputusan dengan sangat serius, mereka akan menjadi sangat kaya.

Bahkan, Anda sebenarnya tidak butuh 20 keputusan yang tepat untuk menjadi kaya; empat atau lima keputusan yang tepat saja sudah cukup sepanjang waktu," pungkasnya.

Langkah yang diterapkan oleh Warren Buffett ini berlandaskan pada prinsip value investing.

Metode tersebut menempatkan fokus utama pada proses identifikasi perusahaan yang memiliki fundamental kokoh namun diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya.

Disiplin tinggi untuk melangkah pada peluang terbaik menjadi prinsip krusial bagi para pelaku pasar.

>>> IHSG Melesat 1,06 Persen di Tengah Pelemahan Bursa Saham Asia

Pola pikir ini mendidik investor agar tetap tenang dan selektif di tengah pusaran informasi serta spekulasi jangka pendek.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru