Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera memutuskan penyesuaian tarif transportasi umum Transjabodetabek. Langkah ini diambil untuk menekan beban subsidi yang besar.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kebijakan tersebut pada Rabu (10/6) di Jakarta. Hal ini dilansir dari Bloomberg Technoz.
>>> PT Esa Medika Mandiri Perkuat Distribusi dan Manufaktur Alkes
Rute Blok M-Bandara Jadi Prioritas
Salah satu rute yang menjadi sasaran penyesuaian adalah Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini tarif rute tersebut masih dipatok sebesar Rp3.500.
Pramono menilai tarif lama terlalu murah. Sebab, biaya parkir di bandara saja sudah melampaui nominal tersebut.
Meski ada penyesuaian, Pramono menegaskan subsidi tidak akan dihapus. "Enggak mungkin enggak disubsidi, pasti tetap akan disubsidi," jelasnya.
>>> IHSG Melesat 1,06 Persen di Tengah Pelemahan Bursa Saham Asia
Pemerintah daerah berkomitmen menjaga daya beli warga. Formulasi nominal tarif baru kini tengah digodok secara cermat.
Langkah kehati-hatian ini diambil agar perubahan harga tidak memicu dampak negatif. "Prinsipnya pasti saya mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh tidak membuat orang kemudian beralih kepada kendaraan pribadi kembali," kata Pramono.
>>> Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini: Peluang dan Asmara Hari Ini
Angka Rp3.500 saat ini sangat rendah jika dibandingkan ongkos moda lain seperti taksi atau Bus Damri.
"Kalau kemudian Rp3.500 untuk parkir di Soekarno-Hatta saja tidak cukup, maka yang begitulah akan ada penyesuaian," jelasnya.
Tingginya alokasi anggaran daerah untuk mendanai fasilitas publik di luar area ibu kota menjadi pemicu evaluasi ini.
>>> PT Jayamas Medica Industri Bagikan Dividen Rp 110,4 Miliar untuk Tahun Buku 2025
Pemprov DKI Jakarta harus menanggung beban pembiayaan tinggi, termasuk biaya perawatan halte di wilayah penyangga.