⌂ Beranda News Shopee PHK Ratusan Pengembang, Beralih ke Teknologi AI

Shopee PHK Ratusan Pengembang, Beralih ke Teknologi AI

Shopee PHK Ratusan Pengembang, Beralih ke Teknologi AI
Gedung kantor Shopee dengan tema teknologi dan kecerdasan buatan
A A Ukuran Teks16px

Platform e-commerce Shopee memutus hubungan kerja dengan ratusan pengembang di berbagai wilayah operasionalnya pada pekan ini.

Langkah ini merupakan bagian dari perampingan struktural seiring pergeseran fokus perusahaan menuju teknologi kecerdasan artifisial (AI).

>>> Daftar Harga Mobil LMPV Juni 2026: Mitsubishi Xpander dan Suzuki Ertiga Naik

Pemangkasan tenaga kerja oleh perusahaan milik Sea Ltd tersebut dilakukan di tengah persaingan bisnis inti yang semakin ketat.

Hal ini dilansir dari Investor Daily.

Pengurangan staf ini mencakup sekitar delapan persen dari total tenaga kerja pengembang Shopee. Posisi jaminan kualitas menjadi bidang yang paling terdampak.

Perusahaan juga mengisyaratkan adanya kemungkinan pengurangan karyawan lebih lanjut di masa mendatang. Manajemen Sea Ltd kini berupaya mengoptimalkan pemanfaatan AI untuk mencapai target kapitalisasi pasar satu triliun dolar.

>>> GMF Aero Asia Rencanakan Pembagian Dividen Tahun Depan

Strategi Efisiensi dan Dukungan bagi Karyawan Terdampak

Strategi efisiensi berbasis otomasi ini meniru langkah kompetitor seperti Alibaba Group untuk menghadapi tantangan transformasi digital.

Juru bicara Sea Ltd memberikan penjelasan mengenai penyesuaian kebutuhan staf yang dilakukan secara rutin.

“Keputusan ini selalu diambil setelah melalui pertimbangan yang matang.

>>> Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen

Kami berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi rekan-rekan yang terdampak selama masa transisi ini,” ujar Juru bicara Sea Ltd.

Penyesuaian organisasi ini berjalan beriringan dengan upaya induk usaha yang juga mengoperasikan Garena untuk mencari mesin pertumbuhan baru di luar e-commerce.

Sea Ltd telah berkolaborasi dengan Google sejak Februari untuk mengintegrasikan AI, termasuk mengembangkan agen belanja berbasis AI.

Kondisi keuangan perusahaan sempat mengalami tekanan sejak September 2025 akibat membengkaknya biaya operasional dan pelemahan sentimen konsumen.

>>> Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026 via HP dan Website JKN

Para analis menilai industri teknologi global saat ini sedang berada dalam fase koreksi pasca-pandemi yang mengutamakan produktivitas berbasis otomasi.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru