Eskalasi militer di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di bagian selatan Iran pada Rabu dini hari waktu setempat.
Media lokal Iran melaporkan wilayah Sirik, Pulau Qeshm, dan Minab di Provinsi Hormozgan menjadi target operasi yang diduga kuat melibatkan pesawat tempur AS.
Warga di kawasan tersebut melaporkan terdengarnya sedikitnya enam kali ledakan besar.
Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi adanya proyektil yang menghantam Kota Sirik dan beberapa proyektil lain yang jatuh di Pulau Qeshm.
Pihak berwenang setempat belum memberikan rincian mengenai tingkat kerusakan maupun potensi korban jiwa.
Langkah Taktis Iran
Iran segera mengambil langkah taktis dengan mengaktifkan sistem pertahanan udara di beberapa titik strategis, termasuk Bandar Abbas, Qeshm, dan Sirik.
Selain itu, empat ledakan juga mengguncang kawasan Pelabuhan Jask, serta satu ledakan di pinggiran Bandar Abbas.
Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa pihaknya telah memulai operasi militer tersebut.
CENTCOM menyebut aksi ini sebagai tindakan pertahanan diri yang dipicu oleh insiden jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS sebelumnya.
Hingga saat ini, baik pemerintah Iran maupun AS belum merilis keterangan resmi mengenai skala operasi penuh serta dampak menyeluruh dari serangan.
Situasi ini dinilai para pengamat dapat meningkatkan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan memengaruhi pasar energi global.