⌂ Beranda News Kurs Rupiah 10 Juni 2026 Melemah Tipis ke Level Rp 17.965 per Dolar AS

Kurs Rupiah 10 Juni 2026 Melemah Tipis ke Level Rp 17.965 per Dolar AS

Kurs Rupiah 10 Juni 2026 Melemah Tipis ke Level Rp 17.965 per Dolar AS
Ilustrasi kurs rupiah melemah terhadap dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026.

Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot exchange, rupiah melemah 92 poin atau 0,51% ke level Rp 17.965 per dolar AS.

>>> Jadwal KA Dharmawangsa Ekspres Surabaya-Jakarta 2026, Berangkat Malam Tiba Pagi

Sebelumnya, rupiah sempat dibuka menguat 149,50 poin atau 0,83% ke level Rp 17.908 per dolar AS pada pukul 09.01 WIB.

Di sisi lain, indeks dolar AS terpantau menguat 0,04% ke level 99.946.

Faktor Pendorong Pergerakan Rupiah

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa penguatan rupiah terjadi seiring langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%.

Ibrahim menyoroti, rupiah bisa melemah tanpa respons bank sentral.

>>> Biznet Tetap Ekspansi Jaringan Fiber Optik Meski Harga Perangkat Impor Naik

Sentimen eksternal tentang ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat kembali melakukan penyerangan balik terhadap Iran.

Data inflasi AS yang akan segera dirilis juga menjadi penentu arah kebijakan bank sentral.

"Rupiah menguat (karena) reaksi dari dalam negeri. Kita melihat bahwa di bulan sebelumnya bahwa suku bunga dinaikkan 50 basis poin.

Artinya saat ini kenaikan sudah 75 basis poin," ungkap Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Ia menambahkan, ada kemungkinan Bank Indonesia sampai akhir tahun akan menaikkan suku bunga hingga 200 basis poin atau 2% seiring langkah membantu pemerintah melakukan lelang surat utang negara.

>>> Pertamina dan ITS Operasikan Kapal Pembersih Sampah Otomatis di Bali

Selain itu, penguatan rupiah juga terjadi setelah Pemerintah memutuskan menaikkan harga BBM non subsidi Pertamax menjadi Rp 16.250.

"With the increase in Pertamax price, the Government reduces the subsidy burden that has occurred.

Because from January to May 2026, the total realization of subsidies and compensation for subsidized fuel has reached Rp 203.7 trillion, while in the state budget quota it is Rp 381.3 trillion," paparnya.

Di sisi lain, impor minyak mentah Indonesia cukup besar di sekitar 1,5 juta barel per hari.

>>> Samsung Luncurkan Galaxy A57 5G dan A37 5G untuk Dukung Video Sinematik

Ibrahim menyebutkan bahwa 85% subsidi kemungkinan besar akan sedikit menyusut dan hal inilah yang membuat pasar kembali percaya terhadap pemerintah.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru