⌂ Beranda News Inflasi China Mandek di 1,2% pada Mei 2026, Daging Babi Jadi Biang Kerok

Inflasi China Mandek di 1,2% pada Mei 2026, Daging Babi Jadi Biang Kerok

Inflasi China Mandek di 1,2% pada Mei 2026, Daging Babi Jadi Biang Kerok
Grafik inflasi China Mei 2026
A A Ukuran Teks16px

Laju inflasi konsumen di China secara tak terduga mandek pada Mei 2026.

Indeks Harga Konsumen (IHK) tumbuh 1,2% secara tahunan, sama dengan bulan sebelumnya dan di bawah proyeksi ekonom yang memperkirakan 1,3%.

>>> POCO F8 Ultra Kembali Hadir, Performa Gaming Flagship Makin Optimal

Penurunan harga daging babi sebesar 16% menjadi faktor utama penahan inflasi. Komoditas pangan ini memberikan kontribusi kontraksi sebesar 0,3 poin persentase terhadap IHK nasional.

Inflasi Produsen Melonjak, Didorong Teknologi AI

Berbeda dengan konsumen, inflasi di tingkat produsen (PPI) melonjak hingga 3,9% (yoy) dari 2,8% pada April.

Kenaikan ini dipicu oleh permintaan global terhadap infrastruktur digital dan kecerdasan buatan (AI).

>>> Aplikasi FolaPlay Siap Tayangkan 104 Laga Piala Dunia 2026

Ahli statistik NBS, Dong Lijuan, menyatakan bahwa akselerasi elektrifikasi dan integrasi AI telah mendongkrak harga di sektor logam non-besi, mesin listrik, dan komputer.

Permintaan tinggi terhadap komponen elektronik China seperti cip dan papan sirkuit cetak turut mendorong ekspor naik lebih dari 19% pada Mei 2026.

Reli harga aluminium dan tembaga juga mendorong kenaikan harga jual pabrik.

>>> MoraRepublik Siapkan Strategi Hadapi Kenaikan Harga Material Serat Optik

Namun, pabrik barang konsumen akhir kesulitan membebankan kenaikan biaya bahan baku ke konsumen karena lemahnya permintaan domestik dan kelebihan pasokan.

Sementara itu, inflasi inti (tanpa bahan makanan dan energi) melambat menjadi 1,1% dari 1,2% pada April.

Pasca rilis data, yuan melemah terhadap dolar AS, sementara imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun stabil di 1,7%.

>>> Pemprov DKI Jajaki Investasi Transportasi dari Jepang

Bloomberg Economics memprediksi deflator PDB China berpotensi mengakhiri tren penurunan tiga tahun berturut-turut pada kuartal ini.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru