Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menjajaki peluang investasi dari Jepang untuk mendanai proyek transportasi strategis di ibu kota.
Langkah ini dilakukan pada Rabu (10/6/2026).
Penjajakan ini dinilai sebagai momentum penting untuk mempercepat pengembangan dan memperluas jangkauan layanan angkutan umum. Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah.
Trubus menyebut inisiatif ini sebagai peluang baik untuk memperbanyak dan mempercepat pelayanan transportasi publik di Jakarta.
Ia menekankan perlunya dukungan kuat dari pemerintah pusat serta transparansi skema investasi kepada publik.
Proyek strategis yang melibatkan kemitraan internasional ini juga diproyeksikan dapat memperluas lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Proses penjajakan dilakukan melalui koordinasi antara Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Hubungan bilateral Jakarta-Tokyo didukung status sister-province sejak 1989. Saat ini, lebih dari 10 ribu warga Jepang bekerja di 1.500 perusahaan di Jakarta.