⌂ Beranda News Pemerintah Prediksi Rupiah Menguat Bertahap pada Semester II-2026

Pemerintah Prediksi Rupiah Menguat Bertahap pada Semester II-2026

Pemerintah Prediksi Rupiah Menguat Bertahap pada Semester II-2026
Grafik penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan kembali menguat secara bertahap pada semester II-2026.

Keyakinan itu disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR pada Rabu (10/6/2026), seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.

>>> Saham BBRI Bertahan di Zona Hijau pada Sesi I Perdagangan

Pemerintah menempuh koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan untuk mewujudkan penguatan mata uang Garuda.

Upaya lain mencakup perbaikan tata kelola Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan pendalaman pasar keuangan.

"Ditambah dengan perbaikan keyakinan investor, sehingga rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester 2 tahun 2026," kata Purbaya.

>>> PT KAI Luncurkan Space by KAI, Platform Digital untuk Investor

Faktor global dinilai mendominasi penyebab pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

Tekanan juga dipicu kondisi risk off di pasar keuangan serta tekanan dari transaksi berjalan dan transaksi finansial domestik.

"Kami juga mencermati perkembangan nilai tukar rupiah hingga awal Juni 2026 masih menghadapi tekanan, terutama dipengaruhi oleh sentimen global," jelas Purbaya.

>>> Prabowo Setujui Perluasan Target Bedah Rumah 2027

Pada perdagangan Rabu (10/6/2026), rupiah dibuka menguat 0,79% ke posisi Rp17.918/US$, lalu berubah menjadi apresiasi 0,61% ke level Rp17.949/US$ pada pukul 09:12 WIB.

Respons atas kebijakan pengetatan moneter Bank Indonesia (BI) menjadi penggerak apresiasi rupiah. BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5,5%.

Langkah penstabilan rupiah juga dilakukan BI dengan menaikkan imbal hasil (yield) Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi 7,25% demi memikat investor.

>>> Kriteria dan Daftar Mobil yang Aman Pakai Pertalite

Bersama Kementerian Keuangan, BI menormalisasi kurva yield melalui penjualan Surat Utang Negara (SUN) bertenor panjang.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru