Para ekonom memproyeksikan Bank of Japan (BOJ) akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak dua kali pada tahun ini.
Kenaikan pertama diprediksi terjadi pada pekan depan seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
>>> Harga Minyak Dunia Menguat Tipis ke Level US$94 per Barel
Berdasarkan survei Bloomberg News, 49 dari 51 ekonom memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga utama sebesar 25 basis poin menjadi 1%.
Angka tersebut akan menjadi level tertinggi sejak 1995.
Hasil jajak pendapat juga menunjukkan potensi kenaikan lanjutan hingga 1,25% pada akhir tahun.
Survei ini muncul di tengah tingginya harga minyak dunia yang mendorong otoritas moneter global beralih ke kebijakan lebih ketat.
Sinyal Gubernur BOJ
Ekspektasi kenaikan suku bunga mendapat momentum setelah Gubernur BOJ Kazuo Ueda memberi sinyal lebih khawatir terhadap risiko kenaikan harga ketimbang dampak ekonomi akibat pergolakan geopolitik.
>>> BPJS Kesehatan Catat Rasio Klaim JKN Capai 108,72 Persen per April 2026
Pidato Ueda pekan lalu membuat opsi kenaikan suku bunga pada Juni dinilai "pasti" atau "sangat mungkin terjadi" oleh 94% responden.
Persentase responden yang menilai adanya peningkatan risiko BOJ tertinggal dalam mengantisipasi inflasi mencapai 60%, level tertinggi sejak pertanyaan tersebut diajukan dalam survei Juli tahun lalu.
"Jika BOJ menahan diri untuk tidak menaikkan suku bunga, kekhawatiran bahwa bank sentral tertinggal dalam mengantisipasi inflasi bisa semakin intens," ujar Kazuhiko Sano, kepala strategi obligasi di Tokai Tokyo Securities.
Ketahanan Ekonomi Jepang
Perekonomian Jepang masih cukup tangguh meski menghadapi tekanan geopolitik.
Data PDB revisi menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh pada laju tahunan 1,8% pada awal tahun, menandai kuartal kedua berturut-turut dengan pertumbuhan positif.
Dengan latar belakang tersebut, para pembuat kebijakan disebut tengah mempertimbangkan kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin persentase pekan depan dan membuka kemungkinan kenaikan lanjutan pada akhir tahun.
>>> Timnas Indonesia Tekuk Mozambik dan Naik ke Peringkat 118 FIFA
Sekitar 71% ekonom memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga sekali setiap enam bulan.
Beberapa ekonom, termasuk Yoshimasa Maruyama dari SMBC Nikko Securities, memperkirakan kenaikan berikutnya terjadi pada Oktober.
Fokus lain dalam pertemuan BOJ adalah pembaruan rencana pembelian obligasi bulanan untuk tahun fiskal yang dimulai April 2027.
Mayoritas analis memperkirakan bank sentral akan memperlambat laju pengurangan pembelian obligasi bulanannya.
Sebanyak 44% responden memperkirakan BOJ akan menghentikan pengurangan pembelian obligasi, sementara 36% memperkirakan pengurangan tetap berlanjut namun dengan laju lebih lambat.
>>> Argentina Uji Coba Lawan Islandia di Alamodome Jelang Piala Dunia 2026
Sebanyak 18% lainnya menilai pengurangan tetap dilakukan sebesar 200 miliar yen per kuartal.
