Eksploitasi sumber daya alam oleh otoritas Mozambik dan aktor asing memicu pertumbuhan kelompok ekstremis Al Shabab di Cabo Delgado.
Kekerasan aparat dan korupsi turut memperparah situasi.
>>> Jepang Gencarkan Perawatan Prakonsepsi untuk Atasi Penurunan Kelahiran
Wilayah utara Mozambik ini tetap menjadi provinsi termiskin meskipun memiliki kekayaan alam melimpah. Angka buta huruf mencapai 61 persen dan 45 persen anak-anak menderita kurang gizi kronis.
Berdasarkan data UNDP, pendapatan rata-rata penduduk di bawah 1 dolar AS per hari. Konflik bersenjata meningkat setelah penangkapan brutal terhadap ribuan penambang rakyat di Namanhumbir pada 2017.
Sebagian penambang yang terusir bergabung dengan kelompok bersenjata yang kini menguasai wilayah kaya rubi. Narasi perampasan aset lokal menjadi senjata utama kelompok garis keras untuk merekrut anggota baru.
Peneliti João Feijó menyatakan bahwa perampasan sumber daya alam oleh perusahaan asing menjadi tema utama dalam diskursus Al Shabab.
Cabo Delgado saat ini memasok 80 persen stok rubi dunia melalui Montepuez Rubis Mining (MRM).
>>> Cara Klaim DANA Kaget Terbaru dengan Mudah dan Aman
Anak perusahaan Gemfields Limited asal Inggris ini dimiliki 25 persen oleh jenderal FRELIMO, Raimundo Pachinuapa. Tindakan kekerasan di area tambang mendapat kecaman keras dari organisasi HAM setempat.
Koordinator CDD, Aly Caetano, mengatakan penyiksaan, penangkapan ilegal, dan pembunuhan masih terus terjadi.
Selain pertambangan, kasus korupsi marak pada komoditas kayu ilegal yang melibatkan mantan gubernur dan pengusaha China.
Kelompok radikal memanfaatkan ketimpangan sosial untuk menawarkan ideologi baru dan melakukan perlawanan bersenjata. Vasco King dari organisasi Kundeleya menyebut Al Shabab ingin mendirikan kekhalifahan Islam.
>>> Mengenal Dampak Buruk Oversharing dan Faktor Psikologis Pemicunya
Serangan teror pertama pecah di Mocímboa da Praia pada Oktober 2017, menyasar pos polisi dan menewaskan sekitar 15 orang.
Warga lokal tidak mengira aktivitas di hutan akan berkembang menjadi serangan skala besar.
Kemarahan warga pedesaan dipupuk oleh tokoh seperti Maulana Ali Cassimo yang mengkritik kontrol ketat Maputo atas kekayaan daerah.
Pada 2019, Al Shabab Mozambik menyatakan kesetiaan kepada ISIS.
Target utama kelompok teror ini adalah menghentikan eksploitasi ladang gas alam lepas pantai terbesar di dunia di dekat Palma.
>>> Jasa Armada Indonesia Siapkan Strategi Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan
Cadangan gas mencapai 5.000 miliar meter kubik.