Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) resmi masuk ke dalam zona saham berkapitalisasi pasar besar atau big cap dengan harga yang tergolong murah pada Senin (8/6/2026).
Langkah ini menyusul saham bank BUMN lainnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), yang sudah lebih dulu berada di posisi tersebut.
>>> OutSystems dan AWS Perluas Kemitraan untuk AI Enterprise
Data Stockbit Sekuritas mencatat rasio PE trailing twelve months (TTM) saham BRIS saat ini berada di angka 9,6 kali.
Sementara itu, rasio PE TTM saham BMRI tercatat sebesar 5,9 kali.
Meskipun memiliki harga yang murah, kedua bank pelat merah ini dilaporkan memiliki tingkat pengembalian ekuitas atau return on equity (ROE) yang baik.
Penurunan harga saham terjadi seiring dengan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Pada hari yang sama, harga saham BRIS mengalami koreksi sebesar 5,9 persen ke level Rp 1.660 per lembar.
>>> BMKG: Gempa Mindanao Filipina Guncang Sejumlah Wilayah Indonesia
Saham BMRI terkikis 2,6 persen ke posisi Rp 3.740 per lembar.
Dividen BRIS Naik 44 Persen
Sebelum mengalami penurunan harga, BRIS baru saja membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,51 triliun kepada para pemegang saham pada Jumat (5/6/2026).
Nilai dividen tersebut setara dengan 20 persen dari total laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp 7,57 triliun.
Melalui pembagian ini, pemegang saham menerima Rp 32,81 per lembar saham. Angka ini menunjukkan kenaikan 44 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 22,78 per lembar.
>>> Mendag Hentikan Pasokan Minyakita untuk Bantuan Pangan, Dialihkan ke Pasar Rakyat
Corporate Secretary BRIS Wisnu Sunandar menjelaskan bahwa kebijakan pembagian dividen ini merupakan bentuk komitmen manajemen untuk menghadirkan nilai tambah bagi para investor.
"Dengan kinerja yang solid sepanjang tahun 2025, pemegang saham memutuskan pembagian dividen sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian perseroan.
Saat ini, kami terus memperkuat fundamental bisnis untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan," ungkap Wisnu.
Menurutnya, pencapaian positif BRIS sepanjang tahun lalu didorong oleh ekspansi pembiayaan yang sehat serta peningkatan dana murah (CASA) melalui produk tabungan haji dan bullion bank.
Selain itu, langkah akselerasi transformasi digital turut memperluas jangkauan layanan perbankan perseroan di tengah masyarakat.
>>> Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae Yong sebagai Pelatih Kepala
"Pembagian dividen ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada seluruh pemegang saham, nasabah, serta pemangku kepentingan," ujar Wisnu.