PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) berkomitmen membagikan dividen tunai kepada pemegang saham setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Target rasio pembayaran maksimal 20 persen dari laba bersih.
>>> Kurs Dolar AS Menguat ke Rp 17.855 pada 18 Juni 2026
Kebijakan pembagian keuntungan tersebut direncanakan mulai berlaku untuk tahun buku 2026. Hal ini berdasarkan laporan stockwatch.
id pada Kamis (18/6/2026).
Manajemen PRDL menegaskan bahwa realisasi pembayaran ini tetap akan menyesuaikan dengan kondisi finansial internal perusahaan. Keputusan akhir pembagian dividen harus mendapatkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Selain itu, ketersediaan arus kas dan rencana investasi masa depan menjadi pertimbangan utama direksi.
Dalam prospektus awal di Jakarta, manajemen menyatakan bahwa setelah Penawaran Umum Perdana Saham, perseroan akan membayarkan dividen tunai dengan rasio sebanyak-banyaknya 20% dari laba bersih setelah penyisihan untuk cadangan wajib.
>>> Rupiah Melemah ke Rp17.853 per Dolar AS pada 18 Juni 2026
Detail IPO dan Penggunaan Dana
Dalam aksi korporasi ini, PRDL menawarkan maksimal 522.900.000 lembar saham baru atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Harga penawaran dipatok pada kisaran Rp100 sampai Rp120 per saham.
Perusahaan berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp62,74 miliar. Masa penawaran awal atau bookbuilding dijadwalkan berlangsung dari 18 Juni hingga 23 Juni 2026.
PT Sucor Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Sekitar Rp35,66 miliar dari dana IPO akan dialokasikan untuk melunasi pokok fasilitas kredit di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin).
>>> Ricardo Pepi Siap Debut di Piala Dunia 2026 Bersama AS
Sisa dana IPO sebesar 28,92 persen akan digunakan sebagai belanja modal untuk pembelian mesin, peralatan kalibrasi, kendaraan, serta sistem perangkat lunak.
Sementara itu, sebesar 8,51 persen dialokasikan untuk modal kerja seperti pembiayaan pemasaran dan pembelian bahan baku.
Produsen alat kesehatan In Vitro Diagnostic (IVD) yang berdiri sejak 2010 ini mengelola 1.083 SKU aktif. Perusahaan melayani 7.611 pengguna akhir di 370 kabupaten dan kota.
Hingga 31 Desember 2025, PRDL membukukan pendapatan sebesar Rp74,37 miliar dengan laba bersih tahun berjalan yang meningkat menjadi Rp16,98 miliar.
Tahun sebelumnya laba bersih sebesar Rp9,99 miliar.
>>> China Berlakukan Standar Keselamatan Baru Kendaraan Listrik Mulai Juli 2026
Saat ini, jajaran kepemimpinan perusahaan dipegang oleh Cristina Sandjaja selaku Direktur Utama dan Andi Widjaja yang menjabat sebagai Komisaris Utama.