⌂ Beranda News Antrean IPO di BEI Menyusut Jadi 12 Perusahaan

Antrean IPO di BEI Menyusut Jadi 12 Perusahaan

Antrean IPO di BEI Menyusut Jadi 12 Perusahaan
Bus listrik VKTR beroperasi di TransJakarta
A A Ukuran Teks16px

Jumlah calon perusahaan yang mengantre untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan. Saat ini, hanya tersisa 12 calon emiten dari sebelumnya 15 perusahaan.

Data BEI menunjukkan pengurangan terjadi pada kelompok perusahaan dengan aset skala besar di atas Rp 250 miliar. Kelompok ini kini menyisakan delapan calon emiten dari sebelumnya 11 perusahaan.

>>> PT DSI Resmi Jadi Perantara Tunggal Ekspor SDA Strategis Indonesia

"8 Perusahaan aset skala besar, aset di atas Rp 250 miliar," ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, Senin (8/6/2026).

Sementara itu, calon emiten dengan aset skala menengah antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar tercatat sebanyak empat perusahaan.

Hingga saat ini, BEI baru merealisasikan satu kali IPO dengan total himpunan dana mencapai Rp 300 miliar.

>>> Toyota Veloz Hybrid Raih Gelar Car of The Year OTOMOTIF Award 2026

Penyebab Penurunan Antrean IPO

Nyoman menjelaskan bahwa penurunan jumlah calon emiten terjadi karena proses internal perusahaan. Hal ini meliputi revisi laporan keuangan, pemenuhan kelengkapan dokumen, hingga proses persetujuan.

"Ada yang revisi laporan keuangan menggunakan LK terbaru, ada yang masih membutuhkan kelengkapan dokumen, ada yang belum disetujui," terangnya.

Seluruh calon perusahaan yang mengantre tersebar di beberapa sektor. Sektor-sektor tersebut meliputi Consumer Cyclicals, Consumer Non-Cyclicals, Financials, Healthcare, Infrastructures, dan Technology.

>>> DANA Kaget: Cara Dapat Saldo Gratis via Tautan, Waspada Link Palsu

Hingga pertengahan tahun ini, baru ada satu perusahaan yang resmi melantai di bursa, yaitu PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) pada 10 April 2026.

Pada perdagangan perdana, saham WBSA langsung menyentuh Auto Reject Atas (ARA) sebesar 34,52% ke level Rp 226 per lembar.

Perusahaan tersebut mencatat kelebihan pemesanan atau oversubscribe yang sangat tinggi, yaitu mencapai 386,86 kali.

>>> Kemendikdasmen Mulai Gelar OSN 2026 Tingkat Kabupaten dan Kota

Melalui aksi korporasi tersebut, BSA Logistics berhasil meraup dana segar sebesar Rp 302,4 miliar.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru