JAKARTA – Outlook negatif yang diberikan Fitch Ratings dan Moody's Ratings terhadap obligasi global PT Danantara Investment Management (DIM) dinilai sudah sesuai dengan outlook negatif sovereign Indonesia.
Analis membandingkan situasi ini dengan pengalaman Patriot Bonds sebelumnya. Patriot Bonds sempat menimbulkan anomali di pasar karena kupon yang ditawarkan lebih rendah, yaitu 2% per tahun.
Padahal, rata-rata yield surat berharga negara (SBN) di pasaran saat itu berkisar 5% hingga 6% per tahun.
Imbal hasil obligasi korporasi swasta juga lebih tinggi, rata-rata 5,50% hingga 9,50%.
Selain itu, Patriot Bonds ditawarkan secara tertutup (close-ended). Hal itu menimbulkan kesan adanya paksaan kepada investor tertentu, bukan bersifat sukarela.
Dengan belajar dari kasus tersebut, kupon atau imbal hasil yang kompetitif berpotensi membuat obligasi global Danantara lebih prospektif.
Langkah ini diharapkan tidak menciptakan anomali di pasar.