⌂ Beranda News Unilever Indonesia Bagikan Dividen Rp7,63 Triliun untuk Tahun Buku 2025

Unilever Indonesia Bagikan Dividen Rp7,63 Triliun untuk Tahun Buku 2025

Unilever Indonesia Bagikan Dividen Rp7,63 Triliun untuk Tahun Buku 2025
Ilustrasi dividen Unilever Indonesia
A A Ukuran Teks16px

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memutuskan membagikan dividen total senilai Rp7,63 triliun untuk tahun buku 2025. Nilai tersebut setara dengan Rp201 per saham.

Keputusan itu diumumkan pada Senin (8/6/2026) setelah perseroan mencatat pertumbuhan penjualan dan laba bersih sepanjang tahun lalu.

>>> Melihat Fasilitas Penyimpanan Ribuan Pesawat Pensiun di Gurun Arizona

Kinerja Keuangan 2025

Laporan keuangan tahun 2025 menunjukkan UNVR membukukan penjualan sebesar Rp31,9 triliun. Angka itu meningkat 4,3% secara year on year (YoY).

Laba bersih dari operasi yang dilanjutkan, di luar bisnis Es Krim dan Teh SariWangi, melonjak 21,8% menjadi Rp3,5 triliun.

Pemulihan bisnis didorong oleh penguatan portofolio produk, eksekusi pasar, dan fokus pada merek-merek utama. Manajemen menyebut hasil ini mencerminkan ketangguhan operasional perusahaan.

>>> Jensen Huang Sebut Aksi Jual Saham Teknologi Peluang Beli

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk, Benjie Yap, mengatakan rasio pembayaran dividen sebesar 100% menegaskan komitmen memberikan nilai bagi pemegang saham.

Hal ini juga mencerminkan disiplin dalam mengelola alokasi modal.

>>> Fungsi Roof Rail Mitsubishi Pajero Sport dan Xforce Bukan Sekadar Pajangan Atap

Kinerja Kuartal I 2026

Performa positif berlanjut hingga kuartal I 2026. UNVR mencatat penjualan bersih Rp8,4 triliun dan laba bersih Rp1,3 triliun.

Pencapaian itu dipicu oleh pertumbuhan volume penjualan dan eksekusi strategi transformasi bisnis jangka panjang.

Benjie Yap menambahkan, hasil kuartal pertama 2026 menandai langkah maju yang penting. Momentum yang dibangun sepanjang tahun 2025 terus berlanjut meskipun lingkungan eksternal menantang.

>>> Jessie J Umumkan Bebas Kanker Payudara Usai Operasi

Transformasi yang dijalankan disebut telah memperkuat fondasi pertumbuhan perusahaan secara fundamental. Manajemen optimistis bisnis mengalami kemajuan dengan fundamental yang membaik.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru