⌂ Beranda News Kemenpar Integrasikan Kecerdasan Buatan MaiA dalam Ekosistem Digital Pariwisata

Kemenpar Integrasikan Kecerdasan Buatan MaiA dalam Ekosistem Digital Pariwisata

Kemenpar Integrasikan Kecerdasan Buatan MaiA dalam Ekosistem Digital Pariwisata
Ilustrasi kecerdasan buatan MaiA untuk pariwisata Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan melalui peluncuran Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia (MaiA) di Jakarta.

Langkah ini diumumkan pada Senin (8/6/2026) sebagai respons terhadap perubahan perilaku wisatawan global.

>>> Anak Atta Halilintar Dilarikan ke UGD Akibat Jatuh dari Ketinggian

MaiA dihadirkan untuk membangun kepercayaan publik di tengah banjir informasi dan meningkatkan pelayanan pariwisata nasional yang adaptif. Platform ini terintegrasi dengan situs indonesia.

travel.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi Publik dan Media, Apni Jaya Putra, menjelaskan bahwa masyarakat kini hidup dalam ekosistem digital yang dikendalikan big data dan algoritma.

Profil pengguna menentukan konten yang muncul di layar mereka.

"Profil inilah yang kemudian menentukan konten apa yang muncul di layar mereka," kata Apni Jaya Putra.

>>> Kode Redeem FC Mobile 8 Juni 2026: Klaim Gems dan Kartu Spesial

Sistem rekomendasi dari platform global mengarahkan wisatawan dalam memilih, sehingga tantangan komunikasi bergeser pada cara membangun kepercayaan dari sumber yang valid.

"Yang lebih penting adalah memastikan bahwa teknologi digunakan untuk memperkuat kepercayaan publik, bukan menggantikannya," ucapnya.

Kemenpar menilai adopsi teknologi ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan fondasi penting untuk menyasar target pasar secara efektif melalui program Tourism 5.0.

Deputi Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan hal tersebut.

"Ini bukan sekadar ikut-ikutan tren.

>>> Mengenal Wildflowering, Tren Kencan Santai Gen Z yang Utamakan Proses Alami

Ini fondasi dalam membangun pengalaman wisata yang lebih personal, efisien, dan berbasis data," ujar Ni Made Ayu Marthini.

MaiA berfungsi mendampingi wisatawan dari fase merencanakan hingga berbagi pengalaman. Sistem ini juga menjadi instrumen pengumpul data perilaku dan preferensi destinasi pariwisata.

"Dalam tujuh bulan sejak peluncuran pada November 2025, kami bisa mengetahui bahwa ada sekitar 60% pengguna berasal dari pasar domestik dan 40% dari mancanegara, dengan dominasi wisatawan dari Tiongkok, Singapura, dan Jerman," kata Ni Made Ayu Marthini.

Penerapan kecerdasan buatan juga mulai mengubah operasional perhotelan dalam membaca perilaku tamu. Namun, aspek hospitality tetap membutuhkan interaksi langsung antarmanusia.

"Jadi meskipun kita bisa mengoptimasi teknologi, tetap yang menentukan pengalaman dan rasa manusia," ujar Eduard Rudolf Pangkerego, COO Artotel Group.

>>> Kejaksaan Agung Tetapkan Tiga Mantan Petinggi BGN Tersangka Korupsi

Sektor perhotelan kini dituntut bersaing di ranah data. Namun, masa depan pariwisata nasional tetap bergantung pada kendali narasi oleh manusia di tengah dominasi mesin.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru