Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai pekan ini dengan koreksi signifikan.
Pada Senin (8/6/2026) pukul 09.05 WIB, indeks saham domestik tersebut langsung dibuka merosot 182,44 poin atau 3,26 persen ke posisi 5.412,32.
>>> IHSG Anjlok 35,52 Persen ke 5.594 Poin, Investor Asing Keluar Besar-besaran
Data RTI menunjukkan IHSG mengawali perdagangan di level 5.486,11. Sepanjang menit awal, pergerakan indeks berada dalam rentang 5.370,32 hingga 5.490,11.
Transaksi dan Dominasi Koreksi
Nilai transaksi di pasar modal pagi ini mencapai Rp 1,92 triliun. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 2,78 miliar lembar dengan frekuensi 186.761 kali.
Kondisi pasar didominasi koreksi massal. Hanya 55 saham yang menguat, sementara 536 saham melemah dan 109 saham stagnan.
>>> Kebijakan Pengadaan Migas BUMN Tanpa Tender Dinilai Berisiko Moral Hazard
Penurunan indeks dipicu oleh pelemahan saham perbankan berkapitalisasi besar.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 4 persen ke Rp 4.800, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 3,43 persen.
>>> Rupiah Ambles ke Rp 18.115 per Dolar AS pada 8 Juni 2026
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi 2,60 persen, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 2,55 persen.
Secara bulanan, IHSG telah berkurang 22,35 persen. Dalam tiga bulan terakhir, indeks menyusut 24,57 persen, dan dalam enam bulan anjlok 35,29 persen.
Penurunan ini melanjutkan tren negatif akhir pekan lalu.
>>> Telkom Perkuat Pendapatan Non Ritel Lewat Sektor B2B dan Internasional
Pada Jumat (5/6), IHSG ditutup melemah 4,20 persen ke level 5.594,76 dengan nilai transaksi Rp 31,46 triliun dan volume 37,41 miliar saham.