Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana mengalihkan aset-aset milik Iran kepada negara-negara Teluk. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan kembali dan perbaikan kerusakan akibat serangan drone Iran.
Rencana ini mencuat setelah Iran kembali meluncurkan serangan drone ke Bahrain dan Kuwait pada Sabtu (6/6).
>>> Timnas Indonesia U-19 Perebutkan Tiket Semifinal Lawan Vietnam
Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah memerintahkan tim khusus untuk menghitung total kerugian yang dialami sekutu AS di kawasan Teluk.
Langkah Baru Departemen Keuangan AS
Langkah baru Departemen Keuangan AS ini tampaknya tidak terbatas pada aset yang dibekukan saja.
AS juga mempertimbangkan penggunaan aset tersebut untuk memperbaiki dampak kerusakan dari serangan Iran di masa mendatang.
>>> OJK Waspadai Lonjakan Piutang Multifinance ke Sektor Rumah Tangga
Rencana ini berisiko memicu ketegangan baru pada kesepakatan gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran.
Hubungan kedua negara kembali diuji akhir pekan ini menyusul serangan yang diluncurkan oleh kedua belah pihak.
Kondisi tersebut membuat proses negosiasi damai menemui jalan buntu.
Padahal, seorang menteri dari Pakistan selaku mediator telah bertolak ke Iran membawa surat untuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
>>> Max Verstappen Amankan Baris Depan GP Monako Setelah Kendala Latihan
Konflik fisik juga pecah di lapangan saat pasukan AS menggempur situs radar pesisir Iran di Goruk dan Pulau Qesh di Selat Hormuz.
Tindakan tersebut diambil militer AS setelah mereka menembak jatuh drone yang diluncurkan oleh Iran.
Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), serangan drone dari Iran dinilai mengancam lalu lintas maritim.
>>> Quadra Raih Rekor MURI dengan Meja Sintered Stone 5 Meter
Militer AS menyatakan mereka juga kembali menembak jatuh dua drone tempur Iran lainnya yang mengancam pelayaran di selat tersebut.