Pemerintah Indonesia menawarkan perluasan kerja sama dengan Rusia di sektor maritim, pelabuhan, logistik, dan perkeretaapian. Tawaran ini disampaikan dalam rangkaian SPIEF 2026 di Rusia.
Langkah strategis ini bertujuan memperkuat konektivitas nasional, meningkatkan efisiensi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
>>> Cara Cek PIP Juni 2026 Secara Online dan Mekanisme Pencairannya
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan tawaran tersebut saat menjadi pembicara dalam sesi EAEU-ASEAN di St. Petersburg.
Penguatan konektivitas menjadi prioritas pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini demi menjangkau seluruh wilayah Nusantara.
Pemerintah terus memperkuat pelabuhan strategis, mengintegrasikan sistem logistik nasional, serta mengembangkan jaringan perkeretaapian di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan kawasan pertumbuhan baru.
"Konektivitas adalah hal yang menyatukan Indonesia, memperluas peluang, dan memperkuat daya saing kita," ujar AHY.
>>> Pemerintah Wajibkan Ekspor Tiga Komoditas SDA Lewat BUMN Mulai Juni 2026
Agenda pembangunan nasional ini membuka ruang kolaborasi bagi mitra internasional, termasuk Rusia dan negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU).
Rusia dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas teknologi di bidang transportasi, logistik, manufaktur, rekayasa infrastruktur, serta industri maritim.
"Hal ini membuka peluang dalam manufaktur bersama peralatan kereta api dan pelabuhan, transfer teknologi dalam persinyalan dan logistik digital, serta pengembangan koridor kereta api, pelabuhan, dan logistik yang terintegrasi," jelas AHY.
Modernisasi pelabuhan, penguatan konektivitas antarpulau, pengembangan industri galangan kapal, serta peningkatan efisiensi rantai pasok nasional menjadi fokus utama industri kemaritiman Indonesia.
Konektivitas maritim berperan penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
>>> Australia Barat Tawarkan Wisata Kuliner Autentik Berbasis Bahan Lokal
"Tujuan kami adalah menciptakan mobilitas manusia dan logistik yang lebih efisien guna membuka potensi ekonomi baru di seluruh wilayah Nusantara," tegas AHY.
Indonesia juga membuka peluang kerja sama dalam digitalisasi layanan logistik, peningkatan keselamatan transportasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi rendah karbon.
Sektor konektivitas harus berjalan seiring dengan agenda keberlanjutan lingkungan dan efisiensi energi.
"Bagi Indonesia, yang terpenting bukan sekadar membangun hubungan antarnegara, tetapi memastikan setiap kerja sama dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar AHY.
>>> SPMB SMA SMK Sumut 2026 Jalur Prestasi Segera Dibuka, Cek Jadwal dan Syarat
Melalui kemitraan yang lebih erat antara Indonesia, Rusia, dan negara-negara Eurasia, pemerintah berharap dapat meningkatkan investasi, memperluas transfer teknologi, serta menciptakan dampak ekonomi yang lebih besar bagi semua pihak.