Telkomsel terus memperkuat komitmen bisnis berkelanjutan melalui tiga pilar utama, yaitu Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi.
Langkah ini diambil bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
>>> Pendaftaran Beasiswa Garuda 2026 Gelombang II Dibuka hingga 25 Juni
Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz F. M.
Hendropriyono, menilai dunia usaha memiliki peran penting dalam menghadapi perubahan iklim. Menurutnya, dampak perubahan iklim sudah semakin nyata dirasakan.
Diaz mengapresiasi Telkomsel yang tetap menunjukkan kepedulian terhadap keberlanjutan meski tidak berada di sektor ekstraktif. Ia menambahkan, perusahaan yang menjaga keberlanjutan akan semakin dipercaya masyarakat.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, perusahaan tidak mungkin maju sendirian tanpa lingkungan dan masyarakat yang ikut berkembang.
Melalui pilar Jaga Cita, Telkomsel memperluas akses digital dan meningkatkan kapasitas masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam ekonomi digital.
>>> Mitos Ngidam Makanan Asin Tanda Hamil Anak Laki-laki, Ini Fakta Ilmiahnya
Hingga 2025, perusahaan telah melayani 156,1 juta pelanggan mobile dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C.
Jaringan Telkomsel ditopang oleh lebih dari 293 ribu BTS, termasuk pembukaan jaringan di 360 desa blank spot.
Pilar Jaga Data diwujudkan dengan menjadikan perlindungan informasi pelanggan sebagai prioritas tertinggi operasional.
Perusahaan menerapkan standar internasional seperti ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010 untuk memastikan layanan digital tetap aman dan andal.
Pada aspek Jaga Bumi, pengurangan dampak lingkungan menjadi fokus perbaikan yang terus berjalan.
>>> Cara Cek KIP Kuliah 2026 via HP Online, Panduan Lengkap
Hingga 2025, tercatat 361 BTS Telkomsel sudah memanfaatkan energi terbarukan berbasis panel surya dan mikrohidro. Seluruh limbah elektronik dikelola melalui sistem recycle, reuse, dan refurbish.
Telkomsel juga menggunakan material kertas ramah lingkungan untuk kemasan kartu SIM. Langkah pelestarian alam diperkuat dengan penanaman lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang 2025 di berbagai wilayah.
Ketahanan aset infrastruktur seperti BTS, TTC, dan gedung operasional terus ditingkatkan agar tetap optimal di tengah risiko perubahan iklim.
Dampak ekonomi dari ekosistem bisnis ini turut didistribusikan sekitar 83 persen dari total pendapatan kepada pemerintah, pemegang saham, pemasok, dan karyawan.
Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menegaskan perjalanan menuju bisnis berkelanjutan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Ia berharap Telkomsel dapat menjadi teladan dan sumber inspirasi dalam menjaga bumi.
>>> Kemenkeu Salurkan Transfer ke Daerah Rp306,1 Triliun hingga Mei 2026
Melalui strategi ini, Telkomsel berkomitmen mendukung program GoZero Telkom Group demi mencapai target Net Zero 2060.