Banyak ibu hamil yang penasaran dengan jenis kelamin janin yang dikandungnya. Tak jarang, mereka menebak-nebak berdasarkan preferensi makanan yang muncul selama kehamilan.
Salah satu mitos yang populer adalah ibu yang mengandung bayi laki-laki cenderung mengidam makanan asin, gurih, atau berprotein tinggi.
>>> Mastel Ungkap Empat Hambatan Utama Adopsi 5G Industri di Indonesia
Lantas, benarkah hal ini bisa menjadi petunjuk jenis kelamin?
Fakta Ilmiah di Balik Ngidam Makanan Asin
Menurut para ahli, belum ada bukti ilmiah yang menghubungkan ngidam makanan tertentu dengan jenis kelamin bayi.
Meski demikian, mitos ini masih sering dipercaya sebagai cara yang menyenangkan untuk menebak jenis kelamin.
Beberapa makanan yang kerap dikaitkan dengan kehamilan bayi laki-laki antara lain makanan asin, acar, dan keju. Namun, klaim tersebut tidak didukung oleh penelitian yang memadai.
>>> Cek Penerima PKH dan BPNT Juni 2026 via NIK, Ini Cara dan Nominalnya
Medical News Today menegaskan bahwa keinginan terhadap makanan asin lebih dipicu oleh fluktuasi hormonal, kebosanan, kelelahan, atau stres selama kehamilan.
Bukan karena jenis kelamin janin.
WebMD menjelaskan bahwa ngidam acar bisa menjadi tanda tubuh membutuhkan lebih banyak natrium. Satu potong acar dill (40,4 gram) mengandung 326 miligram natrium.
>>> Cara Cek Penerima PIP Termin 2 2026 Lewat HP dengan Mudah
Kebutuhan natrium harian untuk dewasa kurang dari 2.300 miligram, namun dokter mungkin membatasi asupan jika ibu hamil mengalami hipertensi atau risiko preeklamsia.
Begitu pula dengan keinginan makan keju. Hal ini lebih berkaitan dengan kebutuhan lemak, protein, atau kalsium, bukan indikasi jenis kelamin bayi.
Di Amerika Serikat, sekitar 50 hingga 90 persen perempuan mengalami ngidam selama kehamilan. Namun, penelitian mengenai penyebab pastinya masih sangat terbatas.
Penyebab Ibu Hamil Ngidam Makanan Tertentu
Sebuah ulasan di Frontiers in Psychology pada 2014 mengidentifikasi empat faktor utama penyebab ngidam saat hamil:
>>> Said Iqbal Beri Sinyal Masuk Kabinet Pemerintahan
- Perubahan hormonal – Hormon kehamilan mengubah sensitivitas rasa dan penciuman, yang dapat memicu keinginan atau keengganan terhadap makanan tertentu.
- Kekurangan nutrisi – Janin membutuhkan nutrisi dari ibu, sehingga tubuh mendorong konsumsi makanan yang kaya energi, protein, dan zat gizi lain.
- Bahan aktif farmakologis dalam makanan – Beberapa makanan mungkin dikonsumsi untuk meredakan gejala kehamilan seperti mual dan muntah.
- Faktor budaya dan psikososial – Ngidam dipengaruhi oleh budaya dan pengalaman hidup, di mana ibu hamil cenderung menginginkan makanan yang familier dan memberikan rasa nyaman.
Kesimpulannya, mitos ngidam makanan asin sebagai tanda hamil anak laki-laki tidak memiliki dasar ilmiah. Ngidam lebih berkaitan dengan faktor hormonal, nutrisi, dan psikologis selama kehamilan.