⌂ Beranda News Pemerintah Jaga Daya Beli dan Perkuat Rupiah Imbas Kenaikan Biaya Produksi Tahu & Tempe

Pemerintah Jaga Daya Beli dan Perkuat Rupiah Imbas Kenaikan Biaya Produksi Tahu & Tempe

Pemerintah Jaga Daya Beli dan Perkuat Rupiah Imbas Kenaikan Biaya Produksi Tahu & Tempe
Penumpukan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok
A A Ukuran Teks16px

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan langkah pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat nilai tukar rupiah.

Upaya ini bertujuan menekan ongkos produksi para perajin tahu dan tempe di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

>>> Vicente Pizarro Optimistis Timnas Cile Bangkit Jelang Lawan Portugal

Intervensi dilakukan menyusul keluhan pedagang dan produsen yang keuntungannya tergerus akibat depresiasi mata uang lokal.

Koordinasi Fiskal dan Moneter

Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) terus berupaya mengendalikan volatilitas kurs mata uang.

Langkah ini diharapkan membuat pasar domestik kembali kondusif dalam waktu dekat.

>>> Komisi Yudisial Terima 592 Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim

"Yang pertama kita mesti pastikan demand-nya terjaga, jadi ada yang beli. Terus yang kedua kalau rupiahnya menguat kan otomatis cost of production mereka turun," kata Purbaya.

Keberhasilan target pemulihan bergantung pada koordinasi yang solid antarlembaga otoritas keuangan negara.

"Tergantung keberhasilan kita mengendalikan nilai tukar, tapi saya rasa akan berhasil dengan kerja sama yang erat antara fiskal dan moneter," ujar Purbaya.

>>> Marc Marquez Menangi Sprint Race MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton

Data perdagangan hingga Jumat (5/6) menunjukkan posisi nilai tukar rupiah berada pada level Rp 18.036 per dolar AS.

Lonjakan biaya produksi tidak terhindarkan karena komoditas kedelai sebagai bahan baku utama masih bergantung pada impor.

Sebelumnya, Purbaya menyampaikan bahwa penyesuaian harga jual terpaksa diambil oleh para pedagang.

>>> Apple Dikabarkan Hapus Dukungan iOS 27 untuk iPhone 11 dan SE 2

"Saya dengar penjual tempe, penjual tahu, sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor," ungkapnya.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru