Misteri perpindahan Batu Altar di pusat Stonehenge mulai terkuak. Batuan seberat enam ton itu ternyata berasal dari timur laut Skotlandia, bukan dari Wales seperti dugaan sebelumnya.
Jarak tempuh dari Skotlandia ke Inggris selatan mencapai 700 kilometer. Para ilmuwan kini yakin bahwa manusia purba lah yang mengangkut batu tersebut, bukan gletser.
>>> Veda Ega Pratama Start Kesembilan di Kualifikasi Moto3 Hungaria 2026
Penelitian Mengungkap Peran Manusia
Tim peneliti dari Curtin University, Australia, menggunakan metode penanggalan mineral dan pemodelan lapisan es. Mereka menyimpulkan bahwa gletser hanya membantu memindahkan batu sebagian jalan.
Pemodelan menunjukkan gletser membawa batu dari Skotlandia menuju Doggerland, memotong jarak sekitar 300 kilometer. Namun, sisa 400 kilometer harus ditempuh oleh manusia.
>>> Portugal Uji Coba Lawan Cile Jelang Piala Dunia 2026
Anthony Clarke dari Curtin University mengatakan, "Pemodelan kami menunjukkan gletser mungkin mengangkut bebatuan sebagian jalan selama Zaman Es terakhir, tetapi tidak sampai ke Inggris selatan."
"Alih-alih dibawa secara alami oleh es, bukti menunjukkan pergerakan yang disengaja dan direncanakan dengan cermat," lanjutnya.
Operasi pemindahan ini dinilai luar biasa karena tidak ada bukti otoritas terpusat, peta, atau mesin di Inggris pada masa itu.
>>> Cara Klaim Saldo DANA Kaget dan Tips Menghindari Tautan Palsu
Proses transportasi diduga berlangsung secara bertahap melalui jalur darat dan sungai atau garis pantai.
"Mengangkut batu sebesar ini membutuhkan perencanaan, koordinasi, dan pemahaman mendalam tentang lanskap," tutur Clarke.
>>> Ekonomi Indonesia Diklaim Kuat Hadapi Tekanan Eksternal, Jauh dari Krisis 1998
Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Quaternary Science.