Pengurus Besar Akuatik Indonesia terus mematangkan persiapan penyelenggaraan 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 dan A•STREAM OWS Series.
Kedua ajang akan digelar di Pantai Hotel Intercontinental Bali Resort, Jimbaran, Bali, pada 13 hingga 15 Juni 2026.
>>> Defisit APBN Capai Rp 180,4 Triliun per Mei 2026, Menkeu Klaim Kondisi Fiskal Baik
Ajang olahraga perairan terbesar di Asia ini diproyeksikan diikuti oleh 128 atlet elite dari 18 negara.
Sementara untuk kategori masyarakat umum, A•STREAM OWS Series Bali akan diramaikan oleh sekitar 300 peserta dari berbagai kelompok usia.
Persiapan Atlet dan Target Prestasi
Ketua Panitia 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026, Kiki Taher, mengonfirmasi bahwa Indonesia mengirimkan tujuh atlet andalan binaan PB Akuatik Indonesia.
Mereka terdiri dari lima putra dan dua putri.
"Salah satunya ada Izzy Dwifaiva Hefrisyanthi yang baru selesai pemusatan latihan di Prancis selama setahun dan baru kembali ke Indonesia.
Jadi mudah-mudahan bisa menghasilkan prestasi yang baik di kejuaraan Asia nanti," kata Kiki Taher.
Ketujuh perenang nasional tersebut dijadwalkan turun pada tiga nomor pertandingan yaitu 5.000 meter, 10.000 meter, dan estafet.
Ini untuk mengukur kemampuan menghadapi kekuatan global seperti Tiongkok dan Korea Selatan.
"Jumlah peserta atlet elite sebanyak total 76 orang dari 17 negara dan mereka dikirim oleh federasi akuatik nasional masing-masing," ujar Kiki Taher.
Integrasi dengan Pariwisata
Pihak panitia juga menyelenggarakan kompetisi massal A•STREAM OWS Series secara simultan. Nomor jarak short-course hingga kategori anak-anak usia 10 sampai 14 tahun dibuka untuk memperluas partisipasi publik.
"A•STREAM bukan sekadar sebuah event.
Ini adalah semangat kami untuk memperkenalkan keindahan alam Indonesia, khususnya pantai dan laut, melalui pengalaman berenang di perairan terbuka," kata Kiki Taher.
Rangkaian ajang ini dirancang terintegrasi dengan sektor pariwisata. Diproyeksikan mampu mendatangkan lebih dari seribu orang termasuk ofisial, pendamping, dan wisatawan asing ke kawasan Pantai Jimbaran.
"Kami merasa bangga karena Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan renang perairan terbuka tingkat Asia.
Ini menjadi pengalaman berbeda bagi peserta A•STREAM karena dapat merasakan langsung atmosfer kompetisi internasional," ujarnya.
Setelah merampungkan seri di Bali, induk organisasi akuatik nasional tersebut berencana mengeksplorasi wilayah perairan lain seperti Belitung.
>>> Kemendikdasmen Salurkan PIP PAUD Mulai Oktober 2026
Wilayah itu dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata olahraga bahari.
"Kami meyakini A•STREAM dapat menjadi jembatan antara olahraga dan pariwisata.
Dengan dukungan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi ekonomi daerah sekaligus memperkuat identitas Indonesia sebagai negara maritim," katanya.
Dukungan Pemerintah dan Harapan ke Depan
Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan penunjukan oleh federasi Asia Aquatics ini merupakan momentum penting.