Ini untuk mendongkrak performa sekaligus media promosi destinasi wisata nasional.
"Kami bangga mendapat kehormatan dipercaya Asia Aquatics menjadi tuan rumah OWS terbesar di Asia, karena sebelumnya PB Akuatik Indonesia juga sukses menggelar OWS di tingkat Asia Tenggara di Bali," kata Anindya di Jakarta, Kamis.
Anindya menambahkan kejuaraan tersebut tidak hanya berdampak pada pengembangan olahraga, tetapi juga berpotensi memperkuat sektor pariwisata melalui sport tourism.
"Semoga ini juga memberi banyak kontribusi bagi pariwisata, karena Indonesia memiliki banyak spot terbaik untuk menjadi tempat event sport tourism, termasuk OWS dan olahraga akuatik lainnya," tambah dia.
Dukungan regulasi dan fasilitas juga ditekankan oleh jajaran pengurus harian. Mereka menilai kompetisi internasional ini efektif memperlihatkan kesiapan infrastruktur dan hospitalitas publik Indonesia kepada komunitas global.
"PB Akuatik Indonesia menyambut dengan penuh kebanggaan kesempatan menjadi tuan rumah 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026.
Kejuaraan ini bukan hanya tentang kompetisi olahraga, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakat kepada dunia internasional melalui olahraga," tegas Harlin E.
Rahardjo, Ketua Harian PB Akuatik Indonesia.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyambut baik kolaborasi lintas sektor ini. Hal itu sejalan dengan target peningkatan durasi kunjungan wisatawan asing dan penguatan ekonomi berbasis komunitas lokal.
"Kami pada prinsipnya sangat mendukung dan senang dapat berkolaborasi untuk mempromosikan destinasi Indonesia, bukan hanya Bali tetapi juga berbagai destinasi lainnya di Tanah Air," kata Widiyanti Putri Wardhana.
Berdasarkan data statistik pariwisata global, segmen wisata olahraga berkontribusi signifikan terhadap total belanja pelancong internasional. Tren pertumbuhannya diproyeksikan melonjak hingga tahun 2030.
>>> Xiaomi 18 Pro Max Dikabarkan Bawa Dua Kamera 200MP
"Penyelenggaraan event sports tourism tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi saran efektif untuk memperkuat promosi destinasi Indonesia di pasar global," jelas Widiyanti Putri Wardhana.
Integrasi aktivitas fisik perairan dan pemulihan kebugaran di kawasan pesisir dipandang sebagai produk wisata baru yang sangat kompetitif.
Ini untuk menarik segmen pasar pelancong minat khusus.
"Sports tourism menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar bagi Indonesia," papar Widiyanti Putri Wardhana.
Hadirnya ratusan delegasi asing dari berbagai negara Asia dipastikan menstimulasi aktivitas ekonomi sekunder pada ekosistem penunjang.
Sektor seperti perhotelan, logistik, dan usaha mikro di sekitar lokasi acara akan terdampak.
"Dampaknya tidak hanya mendorong pergerakan wisatawan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal," lanjut Widiyanti Putri Wardhana.
Pemerintah berharap sinergi ini memberikan pembuktian kapabilitas manajerial Indonesia dalam mengelola agenda olahraga akuatik berstandar internasional secara berkelanjutan.
"Mari bersama-sama kita tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia mampu menghadirkan event internasional yang berkualitas dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta dan wisatawan," tutup Widiyanti Putri Wardhana.
Plt.
Deputi Bidang Pengembangan Kegiatan Kementerian Pariwisata, Hafidz Agung Rifai, menambahkan bahwa wilayah maritim Indonesia menyimpan peluang ekonomi luar biasa apabila dikolaborasikan secara tepat.
"Kita sama-sama tahu potensinya sangat luar biasa untuk menyelenggarakan sport tourism. Khususnya di bidang merit seperti ini," kata Hafidz Agung Rifai.
Pihak kementerian juga melihat adanya peluang investasi baru pada sektor penyediaan fasilitas pemulihan fisik berkualitas bagi para pelaku olahraga setelah menyelesaikan kompetisi intensif.
"Sejalan dengan wellness juga kita percaya bahwa mereka yang habis melakukan olahraga itu pasti akan membutuhkan wellness," papar Hafidz Agung Rifai.
Atlet renang perairan terbuka nasional, Aflah Fadlan Prawira, mengekspresikan respons positif atas pemilihan lokasi pertandingan. Ia berharap program serupa didorong ke wilayah timur Indonesia.
"Yang pasti senang karena tentunya ini sangat bagus selain dari segi kompetisi OWS, juga bagus banget buat promosi pariwisata Indonesia.
>>> Review Wuling Eksion PHEV: Uji Efisiensi BBM Jakarta-Purwokerto Tembus 23,7 KM/L
Semoga tidak hanya di Bali, tapi juga Lampung, Belitung, Lombok, kemudian bergeser ke wilayah Timur juga masih banyak pantai yang bagus," ucap Aflah Fadlan Prawira.