⌂ Beranda News IHSG Sesi I Anjlok 147 Poin Akibat Tekanan Geopolitik Timur Tengah
News

IHSG Sesi I Anjlok 147 Poin Akibat Tekanan Geopolitik Timur Tengah

Grafik IHSG anjlok
Grafik IHSG anjlok
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada sesi I perdagangan akhir pekan. Indeks ambles 147 poin atau terkoreksi 2,53 persen ke level 5.692.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut pelemahan ini dipicu kombinasi sentimen eksternal dan internal. Dari eksternal, bursa regional Asia tertekan situasi geopolitik yang memanas.

Ketidakpastian gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu utama. Laporan negosiasi yang terhenti kontras dengan pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut pembicaraan hampir selesai.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan belum ada kemajuan berarti. Sementara itu, Hizbullah menolak proposal gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Lebanon.

Pelaku pasar kini menanti laporan ketenagakerjaan AS bulan Mei untuk melihat arah kebijakan The Fed.

Data ketahanan ekonomi AS memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga akhir tahun akibat inflasi energi.

Dari dalam negeri, tekanan IHSG diperberat depresiasi nilai tukar rupiah yang terus berlanjut. Kekhawatiran capital outflow juga muncul seiring potensi reklasifikasi MSCI terhadap status pasar modal Indonesia.

Meski demikian, petinggi Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap optimistis Indonesia mempertahankan status emerging market. Pada sesi I, saham dengan kenaikan terbesar adalah MPRO, ABDA, RGAS, TPIA, dan MUTU.

Saham yang turun terdalam meliputi APIC, WEHA, ALKA, ASPR, dan CBUT. Pilarmas merekomendasikan buy untuk saham TINS dengan support dan resistance 3.100-3.390.

📰 Update Terbaru