⌂ Beranda News Investor Global Mulai Borong Token HYPE karena Faktor Fundamental

Investor Global Mulai Borong Token HYPE karena Faktor Fundamental

Investor Global Mulai Borong Token HYPE karena Faktor Fundamental
Grafik kenaikan harga token HYPE
A A Ukuran Teks16px

Arus keluar modal dari dana Bitcoin dan Ether kini beralih ke segmen kripto baru yang menjanjikan hubungan jelas antara aktivitas ekonomi dan nilai token.

Sinyal kuat ini terlihat pada token HYPE yang terikat dengan bursa kripto Hyperliquid.

>>> Investor Lepas Surat Utang Negara Akibat Rupiah Melemah Tajam

Ketika Bitcoin, Ether, dan aset digital kecil lainnya melemah akibat penurunan pasar tahun ini, token HYPE justru mencetak rekor tertinggi baru.

Token HYPE menyentuh angka US$75,5 pada hari Senin dan mencatat kenaikan sekitar 180% sepanjang tahun ini.

Pertumbuhan tersebut mendongkrak valuasi pasar HYPE hingga menembus US$16 miliar. Data dari CoinGecko kini menempatkan aset digital ini ke dalam jajaran 10 besar berdasarkan kapitalisasi pasar.

Lonjakan ini menjadi pembeda utama di tengah merosotnya selera risiko pasar global.

ETF Spot Bitcoin dan Ether di bursa Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih masing-masing sebesar US$3,4 miliar dan US$674 juta sejak Mei.

Sebaliknya, dua reksa dana baru dari Bitwise Asset Management dan 21Shares yang melacak pergerakan HYPE berhasil mengumpulkan modal.

Kedua instrumen tersebut menghimpun dana sekitar US$180 juta dalam tiga minggu sejak pertama kali meluncur.

Masuknya dana investasi ini mencerminkan sikap pemodal yang semakin selektif dalam memilih instrumen investasi digital.

Banyak pelaku pasar kini mengabaikan strategi makro luas dan lebih memilih token yang terhubung dengan platform perdagangan, aliran pendapatan, serta kinerja operasional.

"Era institusional untuk kripto telah menghasilkan keputusan alokasi modal yang lebih disiplin dan fokus pada fundamental," kata Zach Pandl, kepala riset di Grayscale Investments.

>>> Promo Indomaret 4-7 Juni 2026: Diskon Kecap Bango hingga Mie Instan

"Keberhasilan token HYPE pada akhirnya bergantung pada pendapatan biaya platform, sama seperti teknologi keuangan lainnya," ujar Zach Pandl.

Hyperliquid beroperasi sebagai bursa derivatif on-chain yang berkembang pesat dan menjadi salah satu ekosistem paling menguntungkan.

Token HYPE diuntungkan oleh sistem pembelian kembali yang didanai langsung dari biaya transaksi platform.

Volume perdagangan yang tinggi otomatis meningkatkan pendapatan bursa, yang kemudian digunakan untuk membeli token di pasar terbuka.

Mekanisme ini menciptakan hubungan langsung antara volume aktivitas platform dan permintaan aset.

"Investor tradisional yang peduli dengan arus kas menemukan bahwa HYPE merupakan konsep yang jauh lebih mudah dipahami, dan jauh lebih mudah untuk dipertimbangkan sebagai investasi jangka panjang," kata Jeff Dorman, CIO Arca.

Fokus investor kini beralih pada kemampuan proyek dalam menghasilkan pendapatan dan menarik pengguna aktif.

Hal ini terjadi setelah Bitcoin turun hampir 50% dari rekor tertinggi Oktober dan berada di kisaran US$65.000, sementara ribuan altcoin spekulatif mulai kehilangan momentum.

"Ada beberapa kesamaan antara aset digital dengan era booming dotcom, di mana pada masa awal antusiasme terhadap internet, hampir semua perusahaan rintisan di sektor tersebut mampu menarik modal investor," kata Stephen Coltman, kepala divisi makro di 21Shares.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru