CEO SpaceX, Elon Musk, berada di ambang status sebagai triliuner pertama di dunia. Hal ini menyusul rencana IPO perusahaan roket tersebut dengan valuasi mencapai USD 1,77 triliun.
Berdasarkan prospektus IPO terbaru, porsi saham Musk di SpaceX tercatat senilai USD 866,5 miliar di atas kertas.
>>> Kejagung Buka Peluang Periksa Ketua Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang
Perusahaan berencana menetapkan harga penawaran umum perdana sebesar USD 135 per saham.
Musk yang saat ini berusia 54 tahun, diperkirakan akan melantai minggu depan. Momen ini terjadi 16 tahun setelah ia membawa Tesla melantai di bursa saham.
Saat ini, nilai saham Musk di Tesla mencapai sekitar USD 355 miliar. Ia juga memegang opsi saham tambahan yang berpotensi menambah kekayaannya lebih dari USD 1000 miliar.
Setelah IPO, hak suara Musk di SpaceX akan berada di atas 82%. Namun, ia memiliki kewajiban untuk mempertahankan seluruh kepemilikan saham tersebut selama satu tahun.
SpaceX menyatakan bahwa porsi kepemilikan Musk yang substansial memberikan insentif ekonomi untuk membantu perusahaan meraih kesuksesan. Setelah periode penguncian 366 hari, Musk bebas menjual sahamnya kapan saja.
>>> PT Pudjiadi Prestige Tbk Setujui Dividen Rp1 per Saham dan Fokus pada Proyek SOLEA
Tren peningkatan kekayaan bersih Musk berjalan konstan selama lebih dari satu dekade. Lonjakan signifikan dipicu oleh pergerakan saham Tesla yang mulai meroket sejak 2013.
Musk pertama kali mengukuhkan posisi sebagai orang terkaya di dunia pada tahun 2021, menggeser Jeff Bezos. Meski saham Tesla sempat merosot 65% pada 2022, nilainya kemudian bangkit kembali.
Data Forbes saat ini menempatkan kekayaan bersih Musk pada angka USD 826 miliar.
Jumlah tersebut jauh di atas Larry Page yang menempati peringkat kedua dengan kekayaan di bawah USD 300 miliar.
>>> Ramalan Zodiak Cinta Capricorn hingga Sagitarius: Kunci Harmonis
Jika SpaceX resmi melantai di Nasdaq minggu depan, Musk akan mengendalikan dua dari delapan perusahaan paling bernilai di AS.
Posisi SpaceX bakal mengangkangi nilai pasar Tesla dan Meta.
Dari aspek pendapatan, ukuran SpaceX masih jauh lebih kecil.
Tahun lalu, SpaceX mencatat penjualan USD 18,67 miliar, sementara Meta di atas USD 200 miliar dan Tesla hampir USD 95 miliar.
Kondisi ini memicu spekulasi investor mengenai rencana jangka panjang Musk.
>>> Jadwal KA Prameks 5 Juni 2026: Rute Yogyakarta-Kutoarjo, Tarif Rp8.000, dan Cara Beli Tiket
Muncul dugaan bahwa ia berniat menggabungkan SpaceX dan Tesla demi menyatukan sumber daya AI dan mempermudah pencarian modal.