PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membidik penjualan sebesar Rp 41,85 triliun pada tahun 2026.
Target tersebut meningkat 8,2% dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencapai Rp 38,68 triliun.
>>> Toyota Rush Juni 2026 Dibanderol Mulai Rp289 Jutaan
Perseroan juga menargetkan lonjakan laba bersih hingga Rp 3,41 triliun.
Angka itu tumbuh 17,3% secara tahunan dari Rp 2,91 triliun pada tahun sebelumnya.
Optimisme ini disampaikan manajemen dalam Public Expose beberapa waktu lalu.
>>> JETOUR T1 Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp388 Juta
Ekspor dan Distribusi Jadi Motor Pertumbuhan
Kontribusi ekspor mencapai 40% dari total pendapatan perseroan.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dinilai memberikan dampak positif bagi penerimaan devisa.
Selain itu, penurunan harga komoditas kopi dan kakao pada tahun ini diperkirakan memperbaiki margin profitabilitas.
>>> IHSG Ambles 2,45 Persen pada Sesi I Perdagangan 5 Juni 2026
Di pasar domestik, Mayora memanfaatkan program Koperasi Desa Merah Putih sebagai saluran distribusi baru.
Hingga April 2026, perseroan mencatat penjualan Rp 12,48 triliun dan laba bersih Rp 1,26 triliun.
RUPST Mayora juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 60 per saham dari laba tahun buku 2025.
>>> Manipulasi Psikologis Dominasi Lonjakan Kejahatan Siber di Indonesia
Manajemen menyatakan akan terus memperkuat inovasi, efisiensi operasional, dan perluasan pasar.