Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah mengalami tekanan pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026.
Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya sikap hati-hati investor dan tekanan likuiditas di pasar keuangan Indonesia.
>>> Pemerintah Pastikan Pelemahan Rupiah Tidak Ganggu Pembayaran Utang
Aksi jual bersih oleh investor asing mencapai sekitar Rp1,4 triliun di pasar reguler.
Head of Equity Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengungkapkan IHSG sempat anjlok hingga sekitar 5 persen ke level 5.644,2 sebelum akhirnya menutup perdagangan dengan pelemahan 1,9 persen di level 5.839,8.
>>> Ruben Onsu Buka Suara soal Dugaan Umpatan Kasar Adik Sarwendah
Saham-saham berkapitalisasi besar dengan fundamental kuat menjadi sasaran utama aksi lepas saham.
Di antaranya saham perbankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, serta saham otomotif PT Astra International Tbk. Koreksi pada saham PT Barito Pacific Tbk dan PT Barito Renewables Energy Tbk turut memperberat laju indeks.
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Di sektor makroekonomi, rupiah terpuruk hingga menembus di atas level Rp18.000 per dolar AS untuk pertama kalinya.
>>> Taylor Swift Resmi Jadi Musisi Perempuan Terkaya Sepanjang Sejarah Versi Forbes
Sementara itu, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik ke level 6,80 persen.
Rully Arya Wisnubroto menambahkan bahwa belum ada katalis signifikan dalam waktu dekat yang dapat menopang pergerakan IHSG maupun rupiah.
>>> PHK Sektor Teknologi AS Melonjak 65% Sepanjang 2026, Belanja AI Jadi Pemicu
Untuk meredam arus modal keluar dan menjaga stabilitas pasar keuangan domestik, Bank Indonesia saat ini berfokus mempertahankan tingkat imbal hasil instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada level yang relatif tinggi.