⌂ Beranda News Martin Scorsese Desak Sineas Lebih Terbuka Terhadap AI

Martin Scorsese Desak Sineas Lebih Terbuka Terhadap AI

Martin Scorsese Desak Sineas Lebih Terbuka Terhadap AI
Martin Scorsese berbicara tentang kecerdasan buatan dalam produksi film
A A Ukuran Teks16px

Sutradara legendaris Martin Scorsese mendorong para sineas di seluruh dunia untuk lebih terbuka terhadap penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Hal ini disampaikannya dalam sebuah video di situs web Black Forest Labs, perusahaan teknologi Jerman yang berbasis di Amerika Serikat.

>>> Cloudera Soroti Kendala Kualitas Data dan Talenta AI di Indonesia

Scorsese, yang kini berusia 83 tahun, mengaku AI sangat membantunya dalam proses produksi film. Ia dapat menghasilkan dan membagikan storyboard kepada tim produksi dalam waktu singkat.

“Baru-baru ini, saya mengujinya pada sebuah adegan, dan kemampuan untuk memvisualisasikan sekaligus membagikan storyboard secara langsung benar-benar memberikan kebebasan kreatif,” ujarnya.

Selama puluhan tahun, Scorsese terbiasa membuat storyboard sendiri untuk menerjemahkan ide-idenya ke layar. Namun, ia kini merasa sering kesulitan menyampaikan visi di kepalanya kepada para pemain dan kru.

“Ada beberapa hal yang harus dilihat dan dirasakan.

Saya tertarik pada perpaduan antara teknologi dan penceritaan, serta melihat bagaimana hal itu dapat memperluas batas-batas kreativitas untuk menciptakan pengalaman yang lebih mendalam dan kaya bagi penonton,” tuturnya.

>>> APNI Desak Pemerintah Cari Pasokan Sulfur Baru untuk Smelter Nikel

Scorsese menekankan bahwa sinema adalah media yang masih muda, baru berusia sekitar 125 tahun. Karena itu, para sineas harus terbuka terhadap bagaimana sinema dapat berkembang.

Dukungan Scorsese terhadap AI terbilang mengejutkan.

Ia dikenal sebagai sosok yang kerap mempertahankan nilai-nilai tradisional dalam perfilman, termasuk melalui kritiknya terhadap dominasi film superhero.

Namun, ia sudah merangkul teknologi baru dalam beberapa film garapannya. Scorsese menggunakan sistem 3D untuk film Hugo (2011) dan teknologi de-aging dalam film The Irishman (2019).

>>> Maddox Jolie Resmi Ajukan Penghapusan Nama Belakang Brad Pitt

AI kini menjadi topik yang memicu perdebatan di industri hiburan karena potensinya menggeser peran manusia dalam proses kreatif.

Baru-baru ini, aktor mendiang Val Kilmer diumumkan sebagai “bintang” film baru berjudul As Deep As The Grave, dengan karakternya diciptakan menggunakan AI generatif atas restu keluarga.

Tahun lalu, sutradara James Cameron mengatakan ia mengeksplorasi bagaimana AI dapat membantu industri film mengurangi biaya hingga setengahnya tanpa memberhentikan setengah staf.

Di sisi lain, aktor Morgan Freeman mengambil tindakan hukum terhadap peniru AI yang menggunakan suaranya.

Di dunia musik, Jack Osbourne menanggapi kritik terhadap keputusan keluarganya membuat avatar AI ayahnya, Ozzy, yang meninggal tahun lalu.

>>> Honda Jazz 2026 Tampil Lebih Sporty, Belum Masuk Indonesia

Ia berdalih bahwa sang ayah akan menyukainya.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru