⌂ Beranda News BEI Bantah Isu Penurunan Status Pasar Modal Indonesia oleh MSCI

BEI Bantah Isu Penurunan Status Pasar Modal Indonesia oleh MSCI

BEI Bantah Isu Penurunan Status Pasar Modal Indonesia oleh MSCI
Grafik pergerakan IHSG
A A Ukuran Teks16px

Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan klarifikasi terkait rumor penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market oleh MSCI.

Informasi yang marak di media sosial itu dipastikan tidak benar.

>>> Lazada Bocorkan Tren Belanja Libur Sekolah dan Siapkan Promo 6.6 Super Wow Sale

Klarifikasi resmi disampaikan langsung di Gedung BEI, Jakarta. Pihak otoritas bursa menegaskan bahwa visual pengumuman MSCI yang beredar merupakan informasi keliru.

"Kemarin kita ikuti bersama ada informasi yang tidak akurat beredar di pasar terkait dengan tangkapan layar, seolah-olah ada pengumuman MSCI bahwa Indonesia ditempatkan di Frontier Market, yang ternyata itu adalah informasi yang salah," ungkap Jeffrey Hendrik, Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI.

Berita bohong tersebut beredar dari potongan gambar manipulatif yang mencatut logo MSCI pada Kamis (6/4/2026).

>>> Bobby Nasution Minta OJK Sumut Percepat Program Tiga Juta Rumah

Otoritas pasar modal meyakini posisi Indonesia tidak akan mengalami penurunan kelas dalam indeks MSCI.

"Kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi bahwa Indonesia akan tetap di Emerging Market.

Sekali lagi saya sampaikan, dari hal-hal konkret yang sudah kita lakukan, kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi Indonesia akan tetap di Emerging Market," tegas Jeffrey.

Indikator makro dan performa keuangan emiten domestik masih dalam tren positif. Kinerja profitabilitas perusahaan tercatat mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 21 persen sepanjang tahun kalender 2025.

>>> Kenali Ciri Ponsel yang Diduga Mengalami Penyadapan Data

Akselerasi laba emiten indeks LQ45 mendekati angka 30 persen pada triwulan pertama 2026. "Ya, kalau kita lihat di tahun 2020 hanya ada 63% perusahaan tercatat membukukan laba bersih.

2021-2025 itu persentasenya antara 73% sampai 76% perusahaan yang membukukan keuntungan. Kuartal pertama tahun 2026 80% membukukan laba bersih.

Itu tentu menunjukkan bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan tercatat kita saat ini dalam kondisi baik," pungkas Jeffrey.

>>> DJP Imbau Wajib Pajak Kategori Tertentu Segera Daftar Ulang

Investor diimbau untuk lebih teliti memverifikasi keabsahan setiap kabar yang beredar di jejaring sosial sebelum melakukan tindakan investasi.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru